Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
6 Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Perlu Minum Obat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang terkadang terganggu oleh sakit kepala dan bertanya-tanya bagaimana cara meredakan sakit kepala dengan cepat. Cara untuk meredekannya tergantung pada apa yang menyebabkannya. Bagi yang sedang mengalami sakit kepala yang sangat membuat tidak nyaman, mari simak ulasan mengenai cara meredakannya tanpa perlu minum obat berikut ini.
Diketahui, sebagian besar penyebab sakit kepala atau pemicunya ada kaitannya dengan dehidrasi, tekanan darah tinggi, otot tegang di leher dan bahu karena stres fisik atau emosional, reaksi terhadap makanan, zat aditif, obat-obatan, dan bahan kimia yang memicu reaksi peradangan di bagian tubuh.
Nah jika Anda sedang mengalami sakit kepala, simak berikut ini cara meredakan sakit kepala secara alami yang dilansir dari situs Medicinenet, Rabu (27/4/2022).
1. Kafein
Kafein yang terkandung pada secangkir teh atau kopi bisa berguna untuk meredakan sakit kepala. Minuman berkafein memang sering dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala seperti sakit kepala cluster dan migrain. Meski demikian, jangan mengonsumsinya terlalu berlebihan.
2. Air putih atau minuman elektrolit
Selain kafein, upaya lainnya untuk menghilangkan sakit kepala tanpa obat adalah dengan minum air putih atau minuman elektrolit. Ini membantu karena dehidrasi adalah penyebab umum sakit kepala. Ini sangat berguna untuk menghilangkan sakit kepala, terutama sakit kepala usai minum minuman beralkohol (sakit kepala karena mabuk).
Idealnya, pilih minuman elektrolit tanpa pewarna dan pemanis buatan. Paket campuran minuman bubuk, seperti yang dicampur dengan vitamin C adalah pilihan yang baik. Jika Anda menderita diabetes, penting untuk memperhatikan dengan cermat kandungan gula dalam minuman tersebut.
3. Kompres panas atau dingin
Menerapkan kompres panas ke bagian belakang leher atau dahi dapat mengendurkan ketegangan dan meredakan vasokonstriksi atau sakit kepala.
Bagi sebagian orang, kompres dingin mungkin terasa lebih baik. Kombinasi krim pemanas dan pijat sendiri ke otot leher atau punggung bagian atas yang sakit dapat membantu mengendurkan otot sehingga meringankan gejala sakit kepala.
4. Yoga
Sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa yoga secara efektif bisa meredakan sakit kepala. Latihan yoga termasuk teknik pernapasan (pranayama) dan postur yoga (asana). Peregangan sederhana juga dapat membantu mengatasi sakit kepala. Cobalah melakukan gerakan memutar leher yang lembut, meregangkan rahang, dan meregangkan setiap telinga ke arah bahu.
5. Kelapa dan air mineral
Air mineral dan air kelapa adalah obat alami untuk dehidrasi dan meredakan sakit kepala yang berhubungan dengan dehidrasi. Mereka adalah sumber elektrolit alami, tanpa tambahan gula atau pemanis buatan yang ditemukan di banyak minuman elektrolit komersial.
6. Meditasi dan Istirahat
Berbaring di ruangan gelap selama 15 menit seringkali dapat menghentikan sakit kepala atau migrain. Meditasi, praktik relaksasi yang lebih terarah, telah terbukti mengurangi beberapa jenis sakit kepala. Meditasi spiritual dibandingkan dengan jenis mediasi lainnya, paling efektif dalam mengurangi migrain.
Demikian informasi mengenai cara meredakan sakit kepala yang bisa Anda di rumah. Jika sudah menggunakan cara di atas namun sakit kepala belum sembuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3661 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1336 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1069 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 781 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun