Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Kasus Pencurian Uang di ATM, Mahasiswi di Buleleng Dibebaskan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Keadilan restoratif atau restorative Justice, suatu pendekatan penanganan kasus hukum yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya ditempuh Sat Reskrim Polres Buleleng.
Hal ini dilakukan berkaitan dengan kasus pencurian uang di ATM. Ditempuhnya upaya melalui Restorative Justice dengan pelaku NAP (20) yang berstatus sebagai mahasiswi dilakukan setelah melalui proses dialog dan mediasi di luar pengadilan, dimana korban LDA (20) memaafkan perbuatan temannya tersebut.
Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto., SIK., SH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Hadimastika KP., SIK., MH menerangkan bahwa Polres Buleleng memfasilitasi tempat untuk memediasi kedua belah pihak guna menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah dan kekeluargaan.
“Adapun dasar hukum restorative justice diatur dalam Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021, dengan catatan pelaku tidak akan mengulanginya lagi perbuatan serupa di kemudian hari. Kasusnya sudah ditutup melalui restorative justice surat perdamaian dan pencabutan laporan juga sudah dibuat, pelaku juga bersedia mengganti kerugian serta tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ungkap AKP Hadimastika, Jumat 6 Mei 2022.
Sebelumnya, NAP yang merupakan warga dari Kecamatan Sidemen Karangasem melakukan tindak pidana pencurian uang dengan kartu ATM milik LDA warga Desa Tamblang, Kubutambahan Buleleng, dimana pelaku yang kos di Desa Baktiseraga telah sebulan diamankan Sat Reskrim Polres Buleleng oleh Unit 1 dibawah kendali Pidum Ipda Andry Risky Ulfa,. S.Tr.K. dan dijerat pasal 362 KUHP akibat melakukan pencurian di mesin ATM yang berlokasi di dekat pertigaan Jalan Sudirman dan Laksmana.
Penarikan terhadap uang di mesin ATM dilakukan pada 4 April 2022 pukul 10.38 WITA dengan menggunakan kartu milik korban yang diambilnya dari dompet korban untuk keperluan tunggakan kos 2 bulan.
Korban sendiri mengetahui uangnya diambil di ATM melalui SMS, dimana beasiswa bidik misinya sebesar Rp.6.600.000 mendadak hilang dan terjadi penarikan dana sejumlah Rp. 1.000.000, korban pun melaporkan kejadian tersebut dan didapatkan pelakunya yang merupakan temen dekat dari korban.
Dalam kasus tersebut, pelaku diduga melanggar pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan sejak diamankan dari tempat kostnya pelaku diamankan di Rumah Tahanan di Mapolsek Sawan.
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7867 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan