Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
China Akan Berburu Bumi 2.0 Gunakan Teleskop Baru
BERITABALI.COM, NASIONAL.
China akan memulai perburuan eksoplanet berbasis luar angkasa pertamanya jika proposal dari Shanghai Astronomical Observatory (SAO), mendapat lampu hijau musim panas ini.
Dalam misi tersebut, China akan meluncurkan Teleskop Bumi 2.0 yang akan menghabiskan empat tahun mengorbit Matahari-Bumi.
Di sekitar orbit itu, China akan menempatkan tujuh teleskop untuk mengamati tanda-tanda peredupan saat planet transit atau lewat di depan sebuah bintang saat mengorbit.
Target utamanya adalah eksoplanet seukuran Bumi dengan orbit serupa di sekitar bintang mirip Matahari.
Misi ini membutuhkan sensitivitas tinggi untuk melihat sinyal transit planet kecil, serta pemantauan jangka panjang.
Teleskop tersebut akan mengukur ukuran planet dan periode orbit untuk mengidentifikasi kandidat untuk pengamatan lanjutan yang terkait kelayakhunian potensial planet.
"Kandidat planet ini dapat ditindaklanjuti dengan teleskop berbasis darat untuk mendapatkan pengukuran tentang berapa massa dan kepadatannya," kata Ge Jian, profesor di SAO, dikutip dari Space.com, Rabu (11/5/2022).
Misi tersebut akan menindaklanjuti pengamatan area luar angkasa yang dipelajari oleh teleskop luar angkasa Kepler NASA selama sembilan tahun.
Tapi Teleskop Bumi 2.0 akan memiliki bidang pandang yang jauh lebih besar. Artinya, teleskop dapat mengamati area yang lebih luas.
Bidang pandang Kepler adalah 115 derajat persegi dan mampu mengamati setengah juta bintang serta menemukan 2.392 eksoplanet.
Sayangnya, dari ribuan planet tersebut, tidak ada satu pun planet yang berada di sekitar bintang mirip Matahari yang berpotensi sebagai kembaran Bumi.
Sebagai perbandingan, Teleskop Bumi 2.0 akan mencakup 500 derajat persegi dan diharapkan memantau 1,2 juta bintang, selama empat tahun misi dengan enam hingga tujuh teleskop yang memiliki bukaan 30 cm.
"Jika tingkat kemunculan Bumi 2.0 adalah 10 persen, maka kita perlu mencari sekitar 2.000 bintang tipe Matahari untuk mendeteksi transit Bumi 2.0," tambah Ge.
Simulasi survei para peneliti menunjukkan bahwa teleskop dapat mendeteksi sekitar 30.000 planet baru. Khusus teleskop ketujuh akan dibekali kepekaan untuk mendeteksi planet berbatu yang dingin atau mengambang bebas seukuran Mars.
Keputusan tentang pendanaan misi Teleskop Bumi 2.0 diharapkan akan diumumkan pada Juni 2022. Jika misi Teleskop Earth 2.0 dipilih, tim akan mulai menyiapkan satelit untuk peluncuran pada 2026.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3930 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1915 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1741 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1460 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan