Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Terlantar di Singapura, Pekerja Migran Asal Sayan Akhirnya Pulang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pekerja migran asal Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, I Made Dalem Andi Okyartha (28) ditelantarkan oleh agen perjalanan wisata di Singapura.
Setelah bertahan 9 hari, akhirnya pada Minggu (15/5) Okyartha akhirnya bisa pulang. Pemulangan Okyartha berkat upaya Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Gianyar yang intens berkomunikasi dengan KBRI Singapura.
Okyartha kemudian dipulangkan Minggu pukul 05.00 transit di Jakarta. Kemudian tiba di Bandara Ngurah Rai Bali. Okyartha pun dijemput Dinasker Gianyar menuju rumahnya di Desa Sayan.
Perbekel Desa Sayan, I Made Andika membenarkan warganya akhirnya pulang setelah terlantar di Singapura.
“Syukur Oky bisa dipulangkan. Kami terima dengan selamat,” ujarnya, Senin (16/5).
Nasib Okyartha diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi tenaga kerja lain yang ingin mengadu nasib ke luar negeri.
“Tentu ini jadi pelajaran, untuk kedepan warga Gianyar khususnya Desa Sayan yang mau kerja ke LN ingin penghasilan tambahan lebih, harus urus dengan baik benar sesuai persyaratan yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai desa yang ditetapkan menjadi desa Desmigratif pada 2021, desa yang berkewajiban punya kewenangan berbagi informasi pada warganya yang mau kerja di luar negeri.
“Ini pelajaran berharga. Matur suksma warga kami dipulangkan dengan selamat,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3633 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1234 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun