Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Konsep DAO untuk Tranparansi Komunitas Blockchain
BERITABALI.COM, NASIONAL.
DAO adalah Decentralized Autonomous Organization DAO ini merupakan sebuah konsep yang baru yang dapat diperkenalkan kepada beberapa blockchain, antara lain Ethereum, Solana, Everscale, dan Polygon. DAOs dapat membuat komunitas menjadi transparan dan ter-desentralisasi dalam membuat keputusan.
“Struktur DAO masih dalam tahap pembentukan dan ada banyak tantangan dalam pembentukannya, namun masa depan sangatlah terbuka bagi kita yang mana ekosistem berbasis DAO ini menempatkan komunitas sebagai pusat dari setiap proses organisasi dan kehidupan”. Ucap Kristina Lucrezia Corner, Kepala Editor Cointelegraph.
Menurut Vasily Smekalov dari ever.fund GP. “DAOs telah mengizinkan para partisipan untuk berkolaborasi secara transparan dan mendistribusikan uang untuk tujuan tertentu. Kedepannya, system seperti ini sangat memungkinkan dalam membantu pemerintah untuk memberantas korupsi pada setiap tingkat.”
Perubahan-perubahan krusial telah terjadi pada finansial global dalam dua tahun terakhir, termasuk salah satunya adalah masalah koin digital oleh beberapa Bank Sentral Dunia. Untuk pertama kalinya di Bali, para ahli dari Eropa dan Asia bertemu secara langsung selama konferensi EVERPOINT untuk mendiskusikan permasalahan ini.
Diskusi panel yang dikhususkan dalam EVERPOINT untuk membahas topik ini, dimana para ahli berdiskusi dan membahas mengenai apakah akan ada semakin banyak CDBC, dampaknya pada ekonomi global dan bagaimana mereka bisa berkompetisi dengan stablecoins.
Menurut David Pulis ZBX exchange, saat ini, ada 3 bank sentral yang telah meluncurkan mata uang digital secara resmi: Bahama, Karibia dan Nigeria, - tetapi tahun ini Britania Raya juga mengumumkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk menciptakan Britcoin mereka sendiri. Jika hal ini terjadi, ini akan menyebabkan efek domino lebih jauh dan akan memberikan leverage lebih kepada pemerintah dalam mengontrol aliran uang.
Alexey Antonov, Direktur Investasi di Algalon Capital mengatakan bahwa “Sepertinya CBDC ada pada 2 pihak dimana mereka melayani dengan baik pemerintah dalam mencapai tujuannya dan juga orang-orang (masyarakat) dengan meningkatkan akses ke dana. Sistem seperti ini dapat membantu mencegah korupsi, tetapi juga dapat mengurangi peran bank tradisional karena CDBC menyediakan hubungan langsung antara masyarakat dan Bank Sentral.”
Pemimpin industri kripto dari lebih 20 negara datang ke bali untuk mendiskusikan tren industri dan tantangannya serta peluang yang disajikan khususnya oleh peluncuran Everscale blockchain di Asia ini.
Untuk Indonesia, peluncuran ini menandakan bahwa negara ini akan secara resmi memiliki ekosistem dimana proyek kripto dapat diluncurkan menggunakan teknologi blockchain yang paling moderen dan yang paling cepat. Untuk membuka konferensi,
para tamu disambut dengan program yang padat dan pesta pool party. Beberapa sponsor konferensi termasuk, WARP Capital, Valarus, HyperFlex, Pi Union dan BR Capital.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1016 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 896 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah