Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




16 Tahun Lumpur Lapindo, 35 Ribu Orang Disebut Derita ISPA

Senin, 30 Mei 2022, 12:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/16 Tahun Lumpur Lapindo, 35 Ribu Orang Disebut Derita ISPA

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Puluhan ribuan warga Sidoarjo, Jawa Timur, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat tragedi lumpur Lapindo yang terjadi sejak 16 tahun lalu. Herwati, warga Porong sekaligus penyintas tragedi Lapindo mengatakan sedikitnya ada 35.480 warga yang menderita ISPA. 

Jumlah itu mengacu pada data dari tiga puskesmas yaitu Porong, Tanggulangin dan Jabon.

"Di Porong terdapat 3.144 pasien, di Jabon sebanyak 3.623, dan di Tanggulangin selama tahun 2020, jumlahnya mencapai 28.713 pasien," kata Herwati dalam keterangan tertulis, Senin (30/5).

Menurutnya, saat ini semakin banyak anak yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan (stunting). Warga menduga gangguan itu ada kaitannya dengan kondisi lingkungan, khususnya udara dan air yang kian memburuk.

Herwati menyebut air sumur yang sebelumnya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga di sekitar lokasi semburan lumpur Lapindo sampai saat ini tidak dapat digunakan.

"Air berbau karat, berwarna keruh coklat-kekuningan, dan asin," ucapnya.

Imbasnya, warga terpaksa harus membeli air bersih dalam kemasan jeriken untuk kebutuhan minum dan memasak. Mereka pun harus membeli air seharga Rp2.500 per 25 liter.

Selain itu, imbas tragedi Lapindo juga membuat ribuan warga terpaksa mengungsi. Sebagian di antaranya memutuskan bertahan, namun penuh risiko.

"Selama 16 tahun, derita berkepanjangan itu tak terurus, warga dibiarkan menderita," ujarnya.

Satu Dekade Bencana Lumpur Lapindo

Tragedi lumpur Lapindo terjadi sejak 29 Mei 2006. Saat itu, lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo dan Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim menyembur ke mana-mana.

Semburan lumpur panas itu terjadi selama bertahun-tahun. Sampai saat ini, pemukiman warga masih tergenang, perindustrian dan aktivitas ekonomi di tiga kecamatan di sekitarnya pun terganggu.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami