Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
16 Tahun Lumpur Lapindo, 35 Ribu Orang Disebut Derita ISPA
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Puluhan ribuan warga Sidoarjo, Jawa Timur, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat tragedi lumpur Lapindo yang terjadi sejak 16 tahun lalu. Herwati, warga Porong sekaligus penyintas tragedi Lapindo mengatakan sedikitnya ada 35.480 warga yang menderita ISPA.
Jumlah itu mengacu pada data dari tiga puskesmas yaitu Porong, Tanggulangin dan Jabon.
"Di Porong terdapat 3.144 pasien, di Jabon sebanyak 3.623, dan di Tanggulangin selama tahun 2020, jumlahnya mencapai 28.713 pasien," kata Herwati dalam keterangan tertulis, Senin (30/5).
Menurutnya, saat ini semakin banyak anak yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan (stunting). Warga menduga gangguan itu ada kaitannya dengan kondisi lingkungan, khususnya udara dan air yang kian memburuk.
Herwati menyebut air sumur yang sebelumnya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga di sekitar lokasi semburan lumpur Lapindo sampai saat ini tidak dapat digunakan.
"Air berbau karat, berwarna keruh coklat-kekuningan, dan asin," ucapnya.
Imbasnya, warga terpaksa harus membeli air bersih dalam kemasan jeriken untuk kebutuhan minum dan memasak. Mereka pun harus membeli air seharga Rp2.500 per 25 liter.
Selain itu, imbas tragedi Lapindo juga membuat ribuan warga terpaksa mengungsi. Sebagian di antaranya memutuskan bertahan, namun penuh risiko.
"Selama 16 tahun, derita berkepanjangan itu tak terurus, warga dibiarkan menderita," ujarnya.
Satu Dekade Bencana Lumpur Lapindo
Tragedi lumpur Lapindo terjadi sejak 29 Mei 2006. Saat itu, lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo dan Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim menyembur ke mana-mana.
Semburan lumpur panas itu terjadi selama bertahun-tahun. Sampai saat ini, pemukiman warga masih tergenang, perindustrian dan aktivitas ekonomi di tiga kecamatan di sekitarnya pun terganggu.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3546 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1126 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 530 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 511 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun