Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menantu Boris Yeltsin Mundur dari Posisi Penasihat Putin

Selasa, 31 Mei 2022, 10:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Menantu Boris Yeltsin Mundur dari Posisi Penasihat Putin

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Menantu mantan Presiden Boris Yeltsin, Valentin Yumashev, dilaporkan mundur dari posisinya sebagai penasihat Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kabar itu disampaikan dua orang dekat Yumashev. 

Yumashev merupakan deret oligarki yang pernah menjadi penasihat Putin secara sukarela tanpa bayaran. Kepergiannya pun disebut menambah para oligarki Rusia di era reformasi kebebasan negara itu yang meninggalkan Putin.

Sebelumnya, tokoh seniior di era Yeltsin, Anatoly Chubais, juga mundur sebagai salah satu diplomat khusus Putin. Begitu diplomat Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih mundur dari posisinya bulan ini.

Keputusan sejumlah pejabat senior dan para penasihat Putin disebut-sebut lantaran keputusan sang Presiden yang memerintahkan invasi ke Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dimitry Peskov, tidak merespons Reuters ketika dihubungi untuk menjawab kabar Yumashev mundur.

Deputi Pertama Direktur Eksekutif Pusat Yayasan Presidensi Boris Yelstin, Lyudmila Telen, menyatakan Yumashev telah mundur dari perannya di Kremlin pada april. Yumashev merupakan bagian dari yayasan itu dan termasuk dekat dengan Telen.

"Itu merupakan inisiatifnya sendiri," tutur Telen menjawab pertanyaan alasan Yumashev mundur.

Salah seorang sumber lagi yang tak ingin diungkap identitasnya juga membenarkan bahwa Yumashev telah mundur dari perannya sebagai penasihat Putin.

Yumashev pernah menjadi staf ahli dan kepala staf Kremlin di era Yeltsin pada 1991 hingga 1999. Ia menikahi putri sang presiden kala itu, Tatyana.

Putin pernah menjadi wakil kepala staf Kremlin di bawah Yumashev yang memimpin sebagai kepala staf pada 1997. Posisi itu disebut-sebut menjadi batu loncatan bagi Putin untuk menjadi Presiden Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami