Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Turunkan Pengangguran & Kemiskinan, Ini Rencana Jokowi 2023
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan tahun depan ekonomi masih tumbuh di kisaran 5,3 hingga 5,9 persen meski pandemi Covid-19 masih menyisakan luka yang luar biasa di seluruh dunia, tidak terkecuali indonesia.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pada 2023 tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) adalah peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga:
4 Roket Hantam Konsulat Turki di Irak
"Adapun sasaran pembangunan antara lain pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen, penurunan emisi gas kaca hingga 27,02 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,3 persen-6 persen, gini rasio 0,357 persen-0,378 persen, indeks pembangunan manusia 73,31-73,49, dan tingkat kemiskinan 7,5-8,5 persen," kata Suharso dalam Rapat Kerja dengan Banggar DPR RI, Selasa (31/5/2022).
Secara rinci, dari sisi produksi industri manufaktur diharapkan bisa bertumbuh pada kisaran 5,4 persenhingga 6 persen, pertanan pada kisaran 4 persen hingga 4,2 persen, konstruksi 6,3 persen hingga 6,9 persen, dan perdagangan 5 persen hingga 5,6 persen.
"Industri manufaktur tumbuh 5,4 persen hingga 6 persen di atas pertumbuhan nasional, diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan pada 2023 mendatang," harap Suharso.
Selain target-target tersebut pemerintah juga berharap pertumbuhan produktivitas menjadi perhatian ke situasi yang diinginkan. Oleh karena itu, arah kebijakan 2023 meliputi, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas SDM, kesehatan, dan pendidikan, penanggulangan pengangguran disertai dengan peningkatan decent job.
Pemerintah juga mendorong pemulihan dunia usaha, revitalisasi industri dan peningkatan riset terapan, pembangunan rendah karbon dan transmisi energi, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar, dan pembangunan ibukota nusantara.
Terdapat 14 Major Project yang diidentifikasi memiliki peran signifikan dalam mencapai sasaran pembangunan, yakni Kawasan Industri Prioritas dan Smelter, Pengelolaan Terpadu UMKM, Food Estate, Destinasi Pariwisata Prioritas, Akselerasi Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Reformasi Sistem Perlindungan Sosial, Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, Reformasi Pendidikan Keterampilan, Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting, Wilayah Adat Papua: Laa Pago dan Domberay, Pembangunan Ibu Kota Nusantara, Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu, Transformasi Digital, dan Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1464 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1105 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 951 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 846 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik