Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Turunkan Pengangguran & Kemiskinan, Ini Rencana Jokowi 2023
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan tahun depan ekonomi masih tumbuh di kisaran 5,3 hingga 5,9 persen meski pandemi Covid-19 masih menyisakan luka yang luar biasa di seluruh dunia, tidak terkecuali indonesia.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pada 2023 tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) adalah peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga:
4 Roket Hantam Konsulat Turki di Irak
"Adapun sasaran pembangunan antara lain pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen, penurunan emisi gas kaca hingga 27,02 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,3 persen-6 persen, gini rasio 0,357 persen-0,378 persen, indeks pembangunan manusia 73,31-73,49, dan tingkat kemiskinan 7,5-8,5 persen," kata Suharso dalam Rapat Kerja dengan Banggar DPR RI, Selasa (31/5/2022).
Secara rinci, dari sisi produksi industri manufaktur diharapkan bisa bertumbuh pada kisaran 5,4 persenhingga 6 persen, pertanan pada kisaran 4 persen hingga 4,2 persen, konstruksi 6,3 persen hingga 6,9 persen, dan perdagangan 5 persen hingga 5,6 persen.
"Industri manufaktur tumbuh 5,4 persen hingga 6 persen di atas pertumbuhan nasional, diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan pada 2023 mendatang," harap Suharso.
Selain target-target tersebut pemerintah juga berharap pertumbuhan produktivitas menjadi perhatian ke situasi yang diinginkan. Oleh karena itu, arah kebijakan 2023 meliputi, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas SDM, kesehatan, dan pendidikan, penanggulangan pengangguran disertai dengan peningkatan decent job.
Pemerintah juga mendorong pemulihan dunia usaha, revitalisasi industri dan peningkatan riset terapan, pembangunan rendah karbon dan transmisi energi, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar, dan pembangunan ibukota nusantara.
Terdapat 14 Major Project yang diidentifikasi memiliki peran signifikan dalam mencapai sasaran pembangunan, yakni Kawasan Industri Prioritas dan Smelter, Pengelolaan Terpadu UMKM, Food Estate, Destinasi Pariwisata Prioritas, Akselerasi Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Reformasi Sistem Perlindungan Sosial, Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, Reformasi Pendidikan Keterampilan, Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting, Wilayah Adat Papua: Laa Pago dan Domberay, Pembangunan Ibu Kota Nusantara, Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu, Transformasi Digital, dan Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3512 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun