Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Kanselir Austria Sebut Embargo Minyak Rusia Menyakitkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Keputusan embargo minyak Rusia akan menimbulkan kesulitan baik bagi negara-negara Uni Eropa maupun Moskow. Hal tersebut diungkapkan Kanselir Austria Karl Nehammer pada pertemuan Dewan Eropa di Brussels, Selasa (31/5/2022).
"Keputusan untuk memberlakukan embargo minyak adalah tindakan yang tentu akan menyakitkan bagi negara-negara anggota. Tetapi Anda harus realistis, rasa sakit yang kami derita tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang harus ditanggung oleh rakyat Ukraina," katanya, dikutip CNN International.
Adapun, para pemimpin negara-negara anggota UE pada hari Senin sepakat untuk melarang sebagian besar impor minyak Rusia sebagai bagian dari paket sanksi keenam terhadap Moskow. Adapun, embargo gas tidak akan dimasukkan dalam paket sanksi baru ini.
"Sifat gas sangat berbeda dari minyak dalam hal keamanan pasokan," katanya. "Jauh lebih mudah untuk mengompensasi minyak dengan tidak menggunakan minyak Rusia."
Perjanjian tersebut akan melarang 90 persen impor minyak Rusia pada akhir tahun ini. Minyak Rusia yang dikirim oleh kapal tanker akan dilarang, sementara pengecualian akan dibuat untuk segmen selatan pipa Druzhba, yang menyumbang 10 persen dari impor minyak Rusia.
Segmen pipa utara melayani Polandia dan Jerman, yang telah menyetujui embargo. Bagian selatan terhubung ke Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko.(sumber: cnbcindonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3512 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1125 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 523 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 500 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun