Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Kemenkes Bakal Perbesar Gambar Paru Rusak di Bungkus Rokok
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wakil Menteri Kesehatan atau Wamenkes Dante Saksono Harbuwono akan memperbesar gambar paru rusak di bungkus rokok, untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya rokok.
Langkah ini perlu dilakukan lantaran berdasarkan survei terbaru Global Adult Tobacco Survey atau GATS 2021 yang rilis Kementerian Kesehatan RI, Selasa (31/5/2022) menemukan bahwa dalam waktu 10 tahun jumlah perokok meningkat drastis, yakni mencapai 8 juta orang dari 2011 hingga 2021.
"Kita akan terus berupaya memperbesar gambar ini (paru-paru rusak di rokok) sehingga masyarakat lebih teredukasi," ujar Wamenkes Dante saat konferensi pers peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau HTTS 2022.
Baca juga:
Karangasem Diguncang Gempa Magnitudo 4,1
Ia menambahkan, bahwa gambar kerusakan paru, jantung, hingga liver di bungkus rokok bukan hanya tidak mempan menurunkan keinginan orang untuk merokok, kenaikan cukai rokok juga tidak punya efek berarti mengurangi prevalensi merokok di Indonesia.
"Bahkan harga rokoknya pun itu tidak secara signifikan meningkatkan, ketidakmauan mereka untuk tidak merokok, kita sudah menaikan cukai rokok sudah meningkat, harga rokok sudah tinggi, tetapi angka merokok meningkat sampai 8 juta orang dalam kurun waktu 10 tahun," papar Wamenkes Dante.
Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan kebijakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) 2022 naik rata-rata 12,5 persen. Hal ini berdasarkan keputusan rapat internal kabinet yang dipimpin Presiden RI pada tanggal 13 Desember 2021.
Selain jumlah perokok yang bertambah selama 10 tahun, survei GATS juga menemukan meningkatnya prevalensi rokok elektronik yang naik sangat pesat yaitu dari 0,3 persen di 2011 menjadi 3,0 persen di 2021.
Penelitian hasil kerjasama Kementerian Kesehatan RI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) ini dilakukan dengan cara membandingkan survei pengguna tembakau di 2011 dan 2021 di Indonesia.
Survei dilakukan dengan mewawancara sebanyak 8.305 orang di 2011, dibandingkan dengan wawancara terhadap 9.156 orang di 2021.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun