Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
60 Persen Kasus Covid-19 Disebabkan Subvarian Omicron Terbaru
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memberikan kabar terbaru terkait subvarian terbaru virus Corona penyebab Covid-19.
Dilansir ANTARA, CDC menyebut hampir 60 persen seluruh kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir disebabkan oleh subvarian Omicron terbaru.
Subvarian baru tersebut, yang dikenal dengan BA.2.12.1, menyebar lebih cepat dibandingkan varian Omicron sebelumnya.
Varian itu hanya menyebabkan sekitar 3,4 persen dari kasus baru COVID-19 di negara tersebut pada akhir Maret. Angkanya meningkat menjadi 31,8 persen pada akhir April, dan 59,1 persen pada akhir Mei, papar data CDC.
Varian baru itu berevolusi dari BA.2, yang lebih menular dibandingkan varian virus corona sebelumnya.
AS mencatat rata-rata lebih dari 100.000 kasus terkonfirmasi baru per hari, menurut data CDC. Para pakar kesehatan memperkirakan peningkatan tajam infeksi baru usai sejumlah perjalanan dan pertemuan selama akhir pekan Memorial Day atau Hari Pahlawan AS.
Update COVID-19 Global
Kasus positif Covid-19 di seluruh dunia masih juga bertambah. Pada Rabu, 1 Juni 2022, pukul 07.30 WIB, kasus baru bertambah 518.177 di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir.
Di waktu yang sama, kematian akibat infeksi virus corona SARS Cov-2 itu juga bertambah 1.346 jiwa. Data berdasarkan pada situs worldometers.
Akibat penambahan tersebut, akumulasi data Covid-19 global tercatat ada 532,6 juta kasus positif dengan 6,31 juta kematian. Lebih dari 503,5 juta kasus telah sembuh, sehingga tersisa 22,78 juta orang di dunia yang masih positif Covid-19 hingga sekarang.
Kabar terbaru terkait pandemi di China, yang menjadi tempat pertama munculnya Covid-19, negara itu resmi mencabut lockdown di pusat wabah, Shanghai.
Sebelumnya Shanghai di lockdown ketat selama dua bulan akibat lonjakan kasus yang disebabkan penyebaran vatian omicron. Kebijakan lockdown tersebut sempat membuat warga Shanghai frustasi dan putus asa.
Sebanyak 25 juta penduduk Shanghai sekarang dapat dengan bebas meninggalkan rumah, kembali bekerja, menggunakan transportasi umum, dan mengendarai mobil.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1464 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1233 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 679 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 571 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 544 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung