Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Mengintip Gua Misterius Yang Ditemukan di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Penemuan gua di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, akan dijadikan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Bali.
"Sementara ada kesimpulan dari Balar dan BPCB, gua yang ada di dalam Banjar Dalem, Desa Pejaten itu, diindikasikan sebagai obyek diduga cagar budaya," kata I Wayan Sugatra selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Bali, saat dihubungi Selasa (7/6).
Gua tersebut, ditemukan di pekarangan rumah warga bernama I Ketut Nada pada Bulan Maret 2022 lalu. Saat itu, rencananya akan membangun kamar mandi dan saat melakukan penataan ada tanah yang amblas dan ditemukan lubang di bawah tanah dan ada empat relung atau ceruk.
Sementara, gua tersebut diperkirakan memiliki jalur memanjang ke arah selatan sepanjang 10 meter dan di dalamnya untuk ceruk pertama di sisi utara dengan ketinggian 1,2 meter dan lebar 1,4 meter. Ceruk kedua di sebelah timur dengan ukuran 1,3 meter dan lebar 1,2 meter.
"Kemarin, untuk gua memang itu ditemukan masyarakat kami. Karena dia, melakukan penataan lahan tiba-tiba tanah amblas ternyata itu sebuah gua. Atas penemuan itu, masyarakat sudah berkoordinasi kepada kami dan sudah ditindaklanjuti kepada BPCB dan Balar, dan sudah melalukan penelitian awal terkait dengan lokus dari gua itu," ujarnya.
"Jadi, sesuai dengan Undang-undang nomor 11, tahun 2010, itu tentang cagar budaya, perlakuannya adalah terhadap ODCB itu sama dengan cagar budaya lainnya," lanjutnya.
Namun, untuk mengetahui tentang kisah atau sejarah gua tersebut. Pihaknya, masih menunggu penelitian dari BPCB dan Balar Bali. Namun, dari petunjuk yang ada gua itu bukan tercipta alamiah tapi buatan manusia.
"Kami sementara akan menunggu hasil-hasil penelitian lebih lanjut dari balai-balai terkait. Sehingga nanti, kami bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa untuk pelestarian dan pengamanan dari pada gua tersebut," ujarnya.
"Karena, diindikasikan gua itu bukan gua alamiah tetapi gua buatan manusia. Karena, ada guratan dan garis yang ada di dalam gua itu, diindikasikan bukan gua alamiah tetapi buatan manusia," jelasnya.
Sementara, dari perkiraan yang ada gua itu diduga peninggalan saat penjajahan Jepang. Tetapi, pihaknya masih menunggu hasil penelitian yang sudah dilakukan.
"Dari prediksi teman-teman Balar dan BPCB itu, belum berani memberikan justifikasi peninggalan siapa. Tetapi, diindikasikan itu peninggalan di zaman Jepang karena di sekitar itu ada banyak beberapa situs-situs lagi yang ini mungkin perlu digali dan dieksplor lebih intensif lagi," ungkapnya.
"Sehingga, nanti betul-betul koneksitas antara gua ini dengan situs-situs lain yang di seputaran itu, bisa disimpulkan sebagai sebuah kawasan yang saling berkaitan.
Jadi, kami masih menunggu tim-tim dari Balar dan BPCB untuk melakukan pengkajian dan penelitian lebih lanjut," ujarnya.
Kendati demikian, menurutnya penemuan gua tersebut untuk sementara dinyatakan sebagai ODCB oleh Balar dan BPCB dan selanjutnya dilakukan Registrasi Nasional (Regnas) agar ditetapkan menjadi cagar budaya.
"Karena itu, sudah dinyatakan oleh BPCB selaku ODCB kami perlakukan sebagai cagar budaya dan kami akan melakukan regnas terkait gua tersebut. Kami, sudah menyampaikan kepada pemilik lahan untuk sementara menjaga dulu gua itu, agar tidak terjadi kerusakan sehingga nanti menghilangkan data-data sejarah yang bermanfaat bagi pendidikan dan penelitian lebih lanjut," ujarnya.
"Jadi, kalau memang ada aset-aset atau situs dan kawasan bangunan struktur, iya kita harus lestarikan. Jangan, menghilangkan data sejarahnya dan nanti harapan kita bisa bermanfaat bagi masyarakat dan generasi muda untuk kepentingan penelitian dan pendidikan," ujarnya.(merdeka.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1421 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1079 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 921 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 815 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik