Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Transformasi Digital Memaksa Kita Bermigrasi dari Ruang Fisik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan ruang digital harus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia pada era digital sekarang ini.
Indonesia saat ini sedang menghadapi percepatan transformasi digital. Transformasi digital adalah suatu keharusan, ia hadir bukan hanya akibat disrupsi teknologi, namun juga pandemi dan perubahan geostrategis, kata Plate saat acara virtual "Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging The Acceleration of Sustainable Digital Transformation", Kamis.
"Mengharuskan kita bermigrasi dari aktivitas fisik ke digital," kata Johnny.
Agar transformasi digital bisa dirasakan semua orang dan berdampak positif, pemerintah saat ini sedang mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
"Tanpa infrastruktur TIK, akselerasi tidak bisa tercapai," kata Johnny.
Kementerian Kominfo sudah menggelar kabel serat optik sepanjang 360.000 kilometer, baik berupa kabel darat maupun kabel bawah laut.
Meski sudah menggelar kabel serat optik sepanjang itu masih ada pekerjaan kabel serat optik yang harus dilakukan, sepanjang 12.000 kilometer, untuk menghubungkan titik-titik yang selama ini belum tersambung.
Sementara di wilayah yang tidak bisa dijangkau kabel serat optik, pemerintah menggelar microwave link dan fiber link. Selain itu, pemerintah sedang membangun dua satelit multifungsi, yakni SATRIA-1 dan satelit cadangan, masing-masing berkapasitas 150GBps.
Satelit ini berguna untuk menghubungkan titik yang tidak terjangkau kabel serat optik, Komifo menargetkan satelit ini bisa menyediakan internet di 150.000 titik fasilitas publik dan pemerintahan.
Transformasi digital bukan hanya sebatas infrastruktur TIK secara fisik, namun juga perlu didukung kesiapan sumber daya manusia. Indonesia diproyeksikan memerlukan 9 juta talenta digital dengan tingkat kemampuan menengah.
Oleh karena itu, Kominfo mengadakan program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi untuk memberikan pelatihan literasi digital tingkat dasar. Kementerian menargetkan memberikan pelatihan untuk 54 juta masyarakat hingga tahun 2024.
Sementara untuk kecakapan digital tingkat menengah, pemerintah mengadakan program beasiswa Digital Talent Scholarship.
Kominfo juga mengadakan program kecakapan digital tingkat mahir untuk para pengambil kebijakan, baik sektor publik maupun swasta, melalui Digital Leadership Academy.
Menurut Plate keberadaan talenta digital dalam jumlah yang cukup dan kecakapan memadai adalah penting bagi transformasi digital. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1418 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1076 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 919 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 813 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik