Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Diduga Picu Tindak Kriminal, Polisi Sita Ratusan Botol Arak Bali
BERITABALI.COM, NTB.
Gara-gara pesta miras, seorang warga Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima meregang nyawa setelah terjadi adu mulut di tengah pesta miras.
Diketahui, korban inisial AH (51 tahun) kehilangan nyawa akibat mengalami penganiayaan dengan penikaman oleh rekannya inisal IA (42 tahun). Dimana pada saat itu pelaku beserta korban sedang pesta miras.
Untuk itu, Polres Bima Kota mulai merutinkan razia dan patroli dalam mencegah adanya peredaran miras di wilayah tersebut. Patroli yang dipimpin Kasat Samapta AKP Sirajuddin dilakukan pada Minggu (12/6).
“Sedikitnya 405 botol mineral tanggung berisi miras jenis arak Bali, berhasil kami sita dari sejumlah pedagang di wilayah hukum Polres Bima Kota. Ratusan botol arak Bali itu, langsung kami amankan di Mako Polres Bima Kota untuk dimusnahkan,” terang Sirajuddin, Senin (13/6).
AKP Sirajuddin menyebutkan, patroli dan razia miras tersebut, sesuai arahan dan perintah Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra. Selain meminimalisir peredaran miras di wilayah hukum Polres Bima Kota, Sirajuddin juga mengatakan, hal itu sebagai bentuk antisipasi berbagai masalah tindak kriminal yang disebabkan oleh miras.
“Kami himbau kepada siapapun yang mengetahui dimana tempat penjualan miras, agar bisa menginformasikan pada pihak kepolisian. Kami akan satroni siapapun dan dimanapun,” tegasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2563 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1076 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 476 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 389 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun