Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
4 Tahap Stadium Kanker Serviks dan Peluang Kesembuhannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kanker serviks atau kanker mulut rahim dianggap jadi salah satu penyakit yang mematikan, dan jadi kanker terbanyak keempat pada perempuan. Sayangnya penyakit ini tidak bergejala di awal penyakitnya, padahal semakin dini stadium kanker serviks akan mempermudah proses pengobatan.
"Pengobatan kanker serviks sangat tergantung pada stadium penyakit saat datang," ujar Senior Konsultan Medical Oncologi dari Parkway Cancer Centre, Singapore, Dr. Wong Chiung Ing.
Dr. Wong kemudian menjelaskan berbagai tahapan dan stadium kanker serviks, penyebarannya serta peluang hidupnya terbagi ke dalam stadium 1 hingga stadium 4, sebagai berikut:
Tahap stadium 1: Kanker terbatas pada serviks, dengan peluang tingkat kesembuhan 85 persen.
Tahap stadium 2: Kanker menyebar ke luar serviks, tapi belum menyebar ke dinding panggul atau masih di sepertiga vagina, dengan peluang tingkat kesembuhan 65 persen.
Tahap stadium 3: Kanker sudah menyebar ke dinding panggul atau menyerang sepertiga bagian bawah vagina, peluang tingkat kesembuhan 35 persen.
Tahap stadium 4 atau stadium akhir: Sel kanker sudah menyebar hingga kandung kemih, rektum, atau metastasis menyebar keseluruh tubuh, peluang tingkat kesembuhan 7 persen.
Untuk pilihan pengobatan kanker serviks, bisa meliputi operasi, radioterapi dan kemoterapi. Sedangkan di stadium akhir biasanya dokter akan menawarkan pengobatan paliatif, yang akan mencakup kemoterapi, terapi target dan imunoterapi.
Ia mencontohkan, perempuan yang mengidap kanker serviks stadium 1, meski dapat respon baik saat menjalani pengobatan awal, maka kanker bisa kambuh beberapa kali usai bertahun-tahun dan memerlukan pengobatan yang lebih intensif.
"Tapi setelah diberikan pengobatan imunoterapi yang meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya melawan penyakit, dan kini sel kankernya mulai terkendali," timpal Dr. Wong.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1066 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 551 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun