Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Ternak Burung Puyuh Tidak Populer, Tapi Potensi Besar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Burung Puyuh (Coturnix coturnik) atau bahasa Jawa Gemak merupakan komoditas ternak unggas yang kurang populer dibandingkan dengan jenis unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik).
Akan tetapi sebenarnya Burung Puyuh mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, karena puyuh menghasilkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan dapat membantu penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita sehari-hari.
Peternak burung puyuh Muhammad Khoirul Anam yang biasa dipanggil Pak Anam Banjar Airanakan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana menceritakan burung puyuh petelur dan pedaging awal dirintis pertama di Bali tahun 2011.
Bibit dibeli dari luar bali. Setelah mengetahui cara pengembangan dan merawatnya kini ia malah bisa bibit dan memelihara secara mandiri.
Selain sebagai peternak, Anam yang juga sebagai guru Biologi di MAN 3 Jembrana memelihara burung puyuh dengan jumlah kandang 12 berjumlah 4 ribu ekor burung puyuh. Masa panen setiap hari per seribu ekor 8 kg - 9 kg dilakoninya dengan keuletan dan kesabaran.
Anam menyebut harga pasaran mencapai Rp35 ribu per kilo. Harga terkadang naik turun tapi berbeda dengan telur ayam yang naiknya lebih tinggi. Harapan terhadap pemerintah selain pembinaan, pendampingan, serta modal pengembangan usaha. Sebagai usaha ini juga merupakan peluang yang bernilai ekonomi.
"Untuk pemasaran seputaran pasar dan juga dipasarkan ke seluruh kabupaten di bali. Kotoran unggas burung puyuh banyak manfaat sebagai pupuk yang ternyata bermutu tinggi. Maggot merupakan hasil yang paling optimal sebagai bahan pakan ternak ayam dan bahkan untuk pakan ikan," ungkapnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1048 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 301 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 289 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun