Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Ternak Burung Puyuh Tidak Populer, Tapi Potensi Besar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Burung Puyuh (Coturnix coturnik) atau bahasa Jawa Gemak merupakan komoditas ternak unggas yang kurang populer dibandingkan dengan jenis unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik).
Akan tetapi sebenarnya Burung Puyuh mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, karena puyuh menghasilkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan dapat membantu penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita sehari-hari.
Peternak burung puyuh Muhammad Khoirul Anam yang biasa dipanggil Pak Anam Banjar Airanakan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana menceritakan burung puyuh petelur dan pedaging awal dirintis pertama di Bali tahun 2011.
Bibit dibeli dari luar bali. Setelah mengetahui cara pengembangan dan merawatnya kini ia malah bisa bibit dan memelihara secara mandiri.
Selain sebagai peternak, Anam yang juga sebagai guru Biologi di MAN 3 Jembrana memelihara burung puyuh dengan jumlah kandang 12 berjumlah 4 ribu ekor burung puyuh. Masa panen setiap hari per seribu ekor 8 kg - 9 kg dilakoninya dengan keuletan dan kesabaran.
Anam menyebut harga pasaran mencapai Rp35 ribu per kilo. Harga terkadang naik turun tapi berbeda dengan telur ayam yang naiknya lebih tinggi. Harapan terhadap pemerintah selain pembinaan, pendampingan, serta modal pengembangan usaha. Sebagai usaha ini juga merupakan peluang yang bernilai ekonomi.
"Untuk pemasaran seputaran pasar dan juga dipasarkan ke seluruh kabupaten di bali. Kotoran unggas burung puyuh banyak manfaat sebagai pupuk yang ternyata bermutu tinggi. Maggot merupakan hasil yang paling optimal sebagai bahan pakan ternak ayam dan bahkan untuk pakan ikan," ungkapnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1395 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1208 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 631 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 547 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung