Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
109 Sapi di Karangasem Terindikasi Suspek PMK
Penelusuran Radius 10 Km
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah dinyatakan positif PMK, kondisi 7 ekor Sapi milik peternak di Karangasem mulai membaik, bahkan sudah mau makan kembali.
Namun demikian, menurut Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Karangasem, Drh. Pande Gede Arya Saputra pihaknya terus melakukan pemantauan secata intensif untuk mengantisipasi penyebaran PMK semakin meluas.
Bahkan, sesuai dengan SOP pihaknya juga telah melakukan penelusuran dengan radius seluas 10 kilometer dari lokasi ditemukannya kasus ternak Sapi yang dinyatakan positif PMK pertama kali tersebut.
"Kita lakukan penelusuran dengan radius 10 kilometer, dari hasil penelusuran itu kita temukan sebanyak 109 suspek PMK, dengan gejala ringan atau istilahnya OTG pada kasus Covid-19, " ujar Pande Gede Arya, (Senin (4/7/2022).
Dari masing - masing kasus suspek yang ditemukan setelah melakukan penelusuran dalam radius tersebut, rata - rata Sapi yang dianggap suspek PMK ditemukan dengan gejala ringan seperti nafsu makan berkurang hingga gejala air liur yang berlebihan.
"Untuk PMK ini, masa inkubasinya mulai 2 sampai 14 hari baru akan muncul gejalanya," jelas Saputra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun