Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Parlemen Rusia Usulkan Label "Negara Teroris" Untuk AS

Selasa, 5 Juli 2022, 10:21 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Parlemen Rusia Usulkan Label

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang anggota parlemen Rusia mengusulkan label "negara teroris" untuk Amerika Serikat (AS), alasannya karena pejabat AS menyediakan Ukraina dengan intelijen yang diperlukan untuk menargetkan kota-kota Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti, wakil Duma Negara, Oleg Morozov, menyatakan hal tersebut setelah adanya ledakan di kota Rusia Belgorod dekat perbatasan Ukraina, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan merusak banyak rumah, Minggu (3/7/2022).

Morozov, anggota partai Rusia Bersatu terkemuka, menuduh AS memberikan intelijen ke Ukraina.

"Sekarang menjadi jelas bahwa informasi (AS) ini digunakan untuk menyerang kota-kota Rusia," katanya kepada RIA Novosti, sebagaimana dikutip Newsweek, Senin (4/7/2022). "Faktanya, ini adalah partisipasi dalam perang di pihak Ukraina dan agresi terhadap Rusia."

"Ini harus dinyatakan secara terbuka di semua platform internasional, menuntut diadakannya pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB dan menyatakan Amerika Serikat sebagai negara teroris," desaknya.

Pemimpin regional, Gubernur Vyacheslav Gladkov, mengatakan sedikitnya 11 gedung apartemen dan 39 rumah pribadi rusak. Moskow mengatakan itu adalah serangan rudal Ukraina, meskipun Ukraina tidak mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Moskow telah berulang kali menuduh Kyiv melakukan serangan yang ditargetkan ke Belgorod dan daerah lain di dekat perbatasan Ukraina sejak Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang negara tetangga itu pada 24 Februari. Belgorod terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) di utara perbatasan dengan Ukraina.

Setelah ledakan di kota itu, juru bicara kementerian pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan serangan rudal itu sengaja direncanakan dan diluncurkan ke penduduk sipil di kota-kota Rusia. Gladkov menulis dalam sebuah posting di aplikasi Telegram bahwa ada korban seorang anak berusia 10 tahun dan seorang pria yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.

Kementerian pertahanan Rusia mengklaim pasukan Ukraina menyerang kota itu dengan tiga rudal Tochka-U dengan kepala cluster. Dikatakan pertahanan udaranya menghancurkan ketiga rudal di udara, tetapi pecahan salah satunya jatuh di bangunan tempat tinggal.

Sementara juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan pada 5 Mei bahwa AS tidak berpartisipasi dalam keputusan penargetan militer Ukraina.

Pernyataannya muncul setelah para pejabat Amerika Serikat mengatakan mereka berbagi informasi dengan Ukraina tentang lokasi kapal perang utama Rusia Moskva sebelum tenggelam di Laut Hitam pada April, menurut laporan The New York Times.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada saat itu menuduh AS, Inggris, dan anggota NATO lainnya terus-menerus memberi informasi intelijen ke Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami