Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Parlemen Rusia Usulkan Label "Negara Teroris" Untuk AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang anggota parlemen Rusia mengusulkan label "negara teroris" untuk Amerika Serikat (AS), alasannya karena pejabat AS menyediakan Ukraina dengan intelijen yang diperlukan untuk menargetkan kota-kota Rusia.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti, wakil Duma Negara, Oleg Morozov, menyatakan hal tersebut setelah adanya ledakan di kota Rusia Belgorod dekat perbatasan Ukraina, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan merusak banyak rumah, Minggu (3/7/2022).
Baca juga:
Heboh Aksi Nekat Petani Sawit RI
Morozov, anggota partai Rusia Bersatu terkemuka, menuduh AS memberikan intelijen ke Ukraina.
"Sekarang menjadi jelas bahwa informasi (AS) ini digunakan untuk menyerang kota-kota Rusia," katanya kepada RIA Novosti, sebagaimana dikutip Newsweek, Senin (4/7/2022). "Faktanya, ini adalah partisipasi dalam perang di pihak Ukraina dan agresi terhadap Rusia."
"Ini harus dinyatakan secara terbuka di semua platform internasional, menuntut diadakannya pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB dan menyatakan Amerika Serikat sebagai negara teroris," desaknya.
Baca juga:
Putin Minta Pasukan Hajar Terus Ukraina
Pemimpin regional, Gubernur Vyacheslav Gladkov, mengatakan sedikitnya 11 gedung apartemen dan 39 rumah pribadi rusak. Moskow mengatakan itu adalah serangan rudal Ukraina, meskipun Ukraina tidak mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Moskow telah berulang kali menuduh Kyiv melakukan serangan yang ditargetkan ke Belgorod dan daerah lain di dekat perbatasan Ukraina sejak Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang negara tetangga itu pada 24 Februari. Belgorod terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) di utara perbatasan dengan Ukraina.
Setelah ledakan di kota itu, juru bicara kementerian pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan serangan rudal itu sengaja direncanakan dan diluncurkan ke penduduk sipil di kota-kota Rusia. Gladkov menulis dalam sebuah posting di aplikasi Telegram bahwa ada korban seorang anak berusia 10 tahun dan seorang pria yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.
Kementerian pertahanan Rusia mengklaim pasukan Ukraina menyerang kota itu dengan tiga rudal Tochka-U dengan kepala cluster. Dikatakan pertahanan udaranya menghancurkan ketiga rudal di udara, tetapi pecahan salah satunya jatuh di bangunan tempat tinggal.
Sementara juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan pada 5 Mei bahwa AS tidak berpartisipasi dalam keputusan penargetan militer Ukraina.
Pernyataannya muncul setelah para pejabat Amerika Serikat mengatakan mereka berbagi informasi dengan Ukraina tentang lokasi kapal perang utama Rusia Moskva sebelum tenggelam di Laut Hitam pada April, menurut laporan The New York Times.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada saat itu menuduh AS, Inggris, dan anggota NATO lainnya terus-menerus memberi informasi intelijen ke Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8431 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5801 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3629 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2454 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar