Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kominfo, Siberkreasi dan Mafindo Gelar Kelas Kebal Hoaks
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan pelatihan literasi digital kelas kebal hoaks bagi masyarakat.
“Masifnya penggunaan internet di Indonesia harus kita akui membawa serta berbagai risiko, seperti penipuan online, hoaks, cyberbullying, dan konten negatif lainnya," Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/7/2022).
Karena itu, peningkatan penggunaan teknologi ini turut diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna, ujarnya.
Pada pelaksanaan kelas literasi digital di Kendari, Sulawesi Tenggara, diikuti sejumlah komunitas hingga perguruan tinggi di daerah itu.
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang dilakukan oleh Kominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021, saat ini Indonesia masih menduduki kategori sedang dalam hal kapasitas literasi digital dengan nilai angka sebesar 3.49 dari 5.00.
Program itu bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis masyarakat terhadap informasi yang diterima dalam rangka mewujudkan Indonesia #MakinCakapDigital.
Baca juga:
Penting! Ini 5 Jurus Jitu Menangkal Hoaks
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, mengatakan bahwa masyarakat perlu mempelajari cara membedakan fakta dengan hoaks.
“Audit sosial ini adalah metode untuk mencari tahu apakah profil atau konten yang kita lihat media sosial adalah fakta atau buatan. Kita perlu punya keahlian, perlu punya kemampuan untuk melakukan periksa fakta mandiri, apakah itu editan di konten video ataupun foto,” kata Septiaji.
Hasil dari survei yang dilakukan oleh Kominfo dan Katadata Insight Center terkait berita bohong atau hoaks menunjukkan bahwa masih terdapat masyarakat yang menyebarkan hoaks, yang mana sebanyak 11,9 persen responden mengakui telah menyebarkan hoaks pada 2021.
Persentase tersebut naik 11,2 persen dari tahun 2020. Kelas iebal goaks diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat tentang definisi hoaks, kategorisasi serta perangkat sederhana yang dapat digunakan untuk melakukan verifikasi fakta terhadap sebuah informasi. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan