Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Korut Terancam Kelaparan, Warga Elite Makan Daging Anjing
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kala mayoritas warga di Korea Utara terancam kelaparan di tengah harga pangan yang naik dan stok makanan berkurang, kelompok elite dan tajir di negara itu masih bisa memakan makanan mahal di sana, yakni daging anjing. Salah satu sumber dari Chongjin, Provinsi Hamgyong Utara, menyampaikan kelangkaan pangan terjadi setelah pemerintah Korut melarang impor barang saat pandemi Covid-19 melanda.
Hasil panen masyarakat juga tak cukup memenuhi kebutuhan pangan warga, makanan semakin sulit dicari.
"Harga pangan, seperti nasi, jagung, dan tepung terus naik. Warga frustrasi karena mereka kesulitan, tetapi pejabat pemerintah tingkat tinggi dan masyarakat kaya, yang tak memiliki masalah keuangan, sibuk mencari restoran daging anjing dan mementingkan diri mereka sendiri," katanya kepada Radio Free Asia.
Menurut cerita sumber itu, restoran daging anjing populer di Korut masih melayani pejabat militer dan pejabat Partai Buruh di negara itu, meski masyarakat menghadapi kekurangan pangan.
"Sejak musim panas, Restoran Dangogi Kyongsong menjalankan bisnisnya di gedung tradisional Korea dengan dua tingkat di Aula Chongjin Pohang. Saat hari panas dimulai, [restoran] itu dipenuhi dengan masyarakat yang ingin memakan daging anjing," ujar sumber itu lagi.
Kyongsong sendiri merupakan restoran daging anjing terbesar kedua di negara itu.
"Saya percaya [mantan pemimpin Korut] Kim Jong Il memberikan nama ke restoran tersebut. Dia diberikan sup daging anjing setiap datang ke Provinsi Hamgyong Utara, dan beristirahat di hotel yang dekat dengan restoran Kyongsong yang memiliki pemandangan indah," tutur sumber itu lagi.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
Harga daging anjing di Korut dua kali lebih mahal ketimbang harga daging babi beberapa bulan belakangan ini. Tak hanya itu, harga satu mangkuk sup daging anjing, yang disebut dangogi-jang, setara dengan dua kilogram beras.
"Sup [daging anjing] itu memiliki harga 12 ribu won [Rp199 ribu] satu mangkuknya, hampir mirip dengan harga dua kilogram nasi," kata sumber itu.
Sumber lain dari Uiju, Provinsi Pyongan Utara, juga mengatakan banyak masyarakat elite makan di salah satu restoran daging anjing di wilayah itu. Beberapa di antaranya adalah pejabat partai, pejabat Kementerian Keamanan, dan pejabat penegak hukum.
Sumber kedua menyampaikan ia sendiri sempat membeli sup daging anjing untuk mengobati ibunya yang sakit.
"Pada 16 Juli, untuk pertama kalinya sejak lima tahun, saya mengunjungi salah satu restoran daging anjing dengan ibu saya, yang sakit demam dan sangat lemah," kata sumber kedua.
"Butuh waktu yang lama bagi ibu saya untuk memakan semangkuk sup, karena giginya lemah. Jadi ketika beberapa pengunjung lain menghabiskan makanan mereka dan pengunjung baru datang, saya mengenal beberapa pejabat wilayah Uiju," lanjutnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik