Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Rusia Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah 2024
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala badan antariksa federal Rusia, Roscosmos, mengatakan bahwa Rusia akan memilih keluar dari program Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah 2024. Roscosmos sebelumnya telah mengancam untuk menarik diri dari ISS selama berbulan-bulan.
Badan antariksa tersebut menyatakan bahwa sanksi yang diberikan oleh Barat akan menghancurkan kerja sama Rusia di atas ISS.
"Keputusan untuk meninggalkan ISS setelah 2024 telah diputuskan," kata Yuri Borisov, kepala Roscosmos, seperti dikutip Space.com, Rabu (27/7/2022).
Di sisi lain, Bill Nelson selaku administrator NASA mengeluarkan pernyataan pada Selasa (26/7/2022) bahwa NASA berkomitmen melakukan misi yang aman dari ISS hingga 2030 dan berkoordinasi dengan mitra.
Nelson menambahkan bahwa NASA belum mengetahui keputusan dari salah satu mitra. Astronaut NASA yang saat ini berada di ISS, Kjell Lindgren, juga mengaku bahwa pihaknya belum mendengar keputusan tersebut secara resmi dari Rusia.
Baca juga:
IMF Akui Rusia
Sementara itu, Scott Pace yang menjabat sebagai wakil asisten Presiden dan Sekretaris Eksekutif Dewan Antariksa Nasional, dari 2017-2020 menyatakan bahwa pengumuman Rusia tidak mengejutkan.
Pace mengatakan bahwa apa yang terjadi setelah 2024 masih tidak diketahui dan mempertanyakan kapan diskusi teknis dimulai, tentang bagaimana transisi akan dikelola untuk mempertahankan ISS di masa depan.
Desain ISS antara Amerika Serikat dan Rusia saling bergantung dan tidak jelas sejauh mana Amerika Serikat dapat mempertahankan fasilitasnya jika Rusia meninggalkan kemitraan.
Agensi mitra ISS saat ini hanya berkomitmen untuk mengoperasikan stasiun luar angkasa hingga 2024. NASA berencana mulai beralih ke stasiun luar angkasa komersial setelah berakhirnya program ISS.
Meski begitu, ada wacana untuk memperpanjang umur ISS setelah 2024. NASA berpendapat bahwa ISS dapat beroperasi dengan aman hingga 2028, sementara Nelson mengatakan masa pakai stasiun dapat bertahan hingga 2030.
NASA belum mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas keputusan Rusia, serta tidak ada mitra internasional lainnya dalam program ISS seperti Badan Antariksa Eropa (ESA), Kanada, dan Jepang yang menanggapinya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5565 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2345 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan