Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kapal Induk Baru India Bisa Bawa 30 Jet Tempur
BERITABALI.COM, DUNIA.
China disebut mulai ketar-ketir setelah perusahaan India melakukan serah terima kapal induk buatan dalam negeri yang bisa mengangkut 30 jet tempur ke Angkatan Laut mereka pekan lalu. The Indian Express melaporkan bahwa perusahaan pengembang INS Vikrant itu, Cochin Shiypard, menyerahkan kapal tersebut ke Angkatan Laut pada Kamis pekan lalu.
Baca juga:
Israel Minta PBB Bubarkan Panel Perang Gaza
Angkatan Laut India diperkirakan bakal mulai menggunakan kapal induk tersebut pada 15 Agustus mendatang. Nama INS Vikrant sendiri sudah lama menjadi lambang kegagahan militer India. INS Vikrant merupakan nama kapal induk pertama India yang memegang peranan penting pada perang 1971 silam.
Lebih canggih dari kapal sebelumnya, INS Vikrant teranyar ini dapat mengangkut muatan nyaris 45 ribu ton. Kapal ini dapat mengangkut 30 jet tempur, yang mencakup MIG-29 K,Kamov-31, helikopter MH-60R, dan sejumlah jet lain.
INS Vikrant juga dilengkapi dengan peralatan dan persenjataan dari industri lokal, seperti BEL, BHEL, GRSE, Keltron, Kirloskar, Larsen & Toubro, dan Wartsila India.
Sejumlah media India, termasuk WION, menyebut kapal ini dapat membuat China ketar-ketir, terutama di kawasan Pasifik.
Setelah memaparkan panjang lebar spesifikasi INS Vikrant, WION menuliskan, "Ini merupakan pencapaian untuk Angkatan Laut India yang ingin membuat China bungkam di perairan Pasifik."
Baca juga:
Serangan Drone Hantam Markas AL Krimea
Sejak India mengembangkan INS Vikrant, media pemerintah China, seperti Global Times, memang terus memantau ketat.
Kala perusahaan pengembang mulai melakukan serah terima, Global Times langsung melansir berita-berita berisi komentar para pengamat pertahanan.
Pakar militer China, Song Zhongping, mengatakan kepada Global Times bahwa kapal induk Negeri Tirai Bambu, Lianonig, merupakan armada besar, sementara Vikrant "medium."
Seorang ahli yang merupakan veteran militer dari Universitas Pertahanan Nasional PLA, Zhang Zhaozhong, juga menyatakan kepada Global Times sejumlah kekurangan proyek INS Vikrant.
Menurutnya, India melakukan riset untuk pembuatan kapal induk itu bertahun-tahun, penuh dengan lika-liku di tengah ketidakstabilan kebijakan. Segala aral itu, katanya, membuat desain berubah-ubah, pendanaan tidak stabil, dan kekurangan kesinambungan dalam proses pembuatan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun