Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus cacar monyet terus meningkat secara global dan dua kasus kematian terkait penyakit tersebut telah ditemukan di Eropa.
Secara umum, gejala cacar monyet ini termasuk ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Tapi, studi yang diterbitkan dalam British Journal Dermatology dengan meninjau 185 kasus cacar monyet telah mengidentifikasi masalah kulit baru yang mungkin merupakan gejala baru penyakit tersebut.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa gejala cacar monyet sekarang ini tidak biasa dan ada bukti bahwa penularan penyakit ini disebabkan oleh kontak kulit ke kulit ketika berhubungan seks," kata Dr Ignacio García Doval, koordinator penelitian dari Akademi Dermatologi Spanyol dikutip dari Mirror UK.
Pada kasus cacar monyet baru-baru ini, penderita cenderung mengembangkan lesi kulit yang jauh lebih sedikit dan sering kali berada di satu lokasi.
Tapi sekarang, para ahli mengidentifikasi gejala cacar monyet baru pada kulit yang berupa pseudo-pustula.
Cacar monyet atau monkeypox yang berasal dari keluarga virus yang sama yang menyebabkan cacar bisa memicu gejala berupa pustula, yakni lesi berisi nanah yang mirip bisul.
Tapi, petugas medis telah menemukan gejala baru cacar monyet berupa pseudo pustula pada beberapa pasien baru. Pseudo-pustula mirip dengan pustula, tetapi berwarna putih dan padat yang tidak bernanah.
Bila lapisan atas pustula tipikal bisa dikerok atau mengandung nanah, lesi pseudo pustula lebih menyerupai bisul. Gejala kulit ini harus diwaspadai untuk mencegah penularan dan penyebaran cacar monyet atau monkeypox.
Orang yang telah terinfeksi cacar monyet biasanya mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, dan berkeringat.
Ruam yang berbeda pecah antara satu sampai empat hari infeksi, dengan lesi berkembang sebagian besar di wajah serta di atas telapak tangan, telapak kaki dan mukosa (lapisan dalam hidung dan mulut yang lembab).
Lesi ini umumnya berkeropeng dan akan sembuh dalam waktu 2 sampai 4 minggu. Tapi, jaringan parut sekunder akibat ruam pustula ini bisa terasa sangat gatal.
Namun, komplikasi dapat terjadi pada beberapa orang dengan cacar monyet termasuk ensefalitis, pneumonia, infeksi kulit bakteri sekunder, serta kehilangan penglihatan.
Bayi, anak-anak, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah memiliki risiko lebih besar terkena komplikasi cacar monyet.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1063 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 406 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 355 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 323 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 261 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar