Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Mantan Dukun Ungkap 3 Kriteria Orang Yang Sulit Kena Santet
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang mantan dukun, Ria Puspita Sari mengungkap di channel YouTube Denny Sumargo tentang kriteria orang yang sulit kena santet. Apa saja?
Fenomena ilmu hitam, teluh, santet maupun guna-guna kerap jadi pembicaraan menarik di Indonesia, karena masih banyak masyarakat yang percaya pada hal tersebut.
Baca juga:
Perselisihan Gus Samsudin dan Pesulap Merah
Bahkan tidak sedikit yang percaya jika mereka memiliki penyakit atau mengalami kejadian aneh seperti musibah yang menimpa dirinya, lantas dianggap sebagai santet.
Tapi fakta menarik diungkap seorang mantan dukun, Ria Puspita Sari yang mengungkap bahwa tidak semua orang mudah jadi sasaran ilmu hitam atau santet. Ria sendiri mengaku sebagai mantan dukun yang sudah bertaubat, dan sudah enggan terjun ke ke dunia kelam yang sudah menyebabkan banyak orang meregang nyawa.
Berikut daftar kriteria orang yang sulit disantet versi Mantan Dukun, Ria Puspita Sari dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
1. Orang yang Berpikiran Rasional
Ria menuturkan bahwa orang berpikiran rasional seperti tidak percaya ilmu hitam, santet, guna-guna dan memiliki pola pikir berdasarkan sains, cenderung sulit untuk 'dikerjain' atau diganggu ilmu hitam.
Mereka umumnya orang yang percaya semua hal ada sebab akibatnya, dari mulai sakit harus minum obat, mudah lelah karena kurang istirahat dan olahraga, hingga saat kecelakaan terjadi karena kecerobohan atau tidak berhati-hati.
"Orang kayak elu (Denny Sumargo) suka bikin bete dukun, karena bisa bikin frustasi setan bete, orang rasional bikin setannya bete. Kalaupun bisa dikerjain itu butuh bertahun-tahun," ungkap Ria.
2. Orang yang Imannya Kuat
Iman kuat yang dimaksud Ria, yaitu orang yang benar-benar khusyu dan niat beribadah karena Allah.
Ria Puspita Sari menemukan banyak korbannya terdahulu sering salat, tapi saat melakukannya tidak khusyu, atau hanya salat saat ingin dilihat orang lain.
Keimanan yang kuat, lanjut dia, biasanya ditandai rajin sedekah dengan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah, toleransi pada orang lain, hidupnya mulia dan hatinya tulus alias tidak munafik.
"Asal kelihatan salat padahal hati dan pikiran kemana-mana, itu gampang kena. Kebanyakan yang gue kerjain misalnya habis solat dia malah langsung makeup, nah habis makeup itu hajar aja," ungkapnya.
3. Orang yang Mendapat Perlindungan
Menurut ibu satu anak itu, setiap orang memiliki pelindungnya masing-masing yang disebut qorin atau khodam. Inilah alasan setiap umat islam sebelum dan setelah bangun tidur disarankan membaca Al-Fatihah untuk diri sendiri, dengan niat meminta perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah.
"Dibacakan ke diri sendiri, dan baca juga untuk orang lain karena sebelum ngedoain orang lain coba doain diri sendiri," tutup Ria.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1461 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1104 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 947 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 842 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik