Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Perang dengan Rusia, AS Beri Bantuan Rp14 Triliun ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Joe Biden kembali memberikan bantuan pertahanan kepada Ukraina yang digempur oleh Rusia. Kali ini, bantuan yang diberikan Biden kepada negara itu senilai US$ 1 miliar atau setara Rp14,8 triliun.
Bantuan ini termasuk amunisi untuk senjata jarak jauh dan kendaraan transportasi medis lapis baja. Paket amunisi itu terdiri atas tambahan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi atau HIMARS, Rudal Permukaan-ke-Udara atau NASAMS, serta ada ribuan butir peluru lainnya.
"Kami akan terus berkonsultasi dengan Ukraina dan meningkatkan sistem dan kemampuan tambahan yang tersedia dengan hati-hati dikalibrasi untuk membuat perbedaan di medan perang dan memperkuat posisi akhirnya Ukraina di meja perundingan," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan, Senin, dikutip Selasa (9/8/2022).
Dengan adanya tambahan bantuan ini, AS telah memberikan hingga US$ 9,8 miliar atau Rp145 triliun untuk menyokong Ukraina. Beberapa bantuan senjata AS ini dirasa efektif dalam memukul mundur pasukan Rusia.
Salah satu amunisi AS yang cukup berhasil di negara itu adalah HIMARS. Sejauh ini, Washington telah memberikan 16 unit HIMARS ke negara itu dan Kyiv telah berhasil menggempur beberapa gudang persenjataan canggih milik Rusia seperti S-400.
Rusia sendiri menentang manuver AS ini. Moskow mengatakan ini merupakan langkah yang tidak bersahabat terhadap negaranya itu.
Rusia memulai serangannya ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu. Serangan ini dilakukan untuk melawan bentuk persekusi rezim pemerintahan Ukraina yang dilakukan kepada masyarakat berbahasa Rusia di Timur negara itu.
Selain itu, langkah ini dilakukan Moskow untuk menahan masuknya Ukraina kepada pakta pertahanan pimpinan AS, NATO. Pasalnya, bila Ukraina bergabung, Kyiv dapat menggunakan pasal 5 aliansi itu untuk menyerang beberapa wilayah yang telah dikuasai Rusia sejak 2014 lalu seperti Krimea.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2918 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1284 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 911 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun