Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Jutaan Orang Asia Tenggara Hidup dekat Kelelawar Corona
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekitar 66.000 orang di Asia Tenggara terinfeksi virus corona-SARS atau corona penyebab sindrom pernapasan akut parah setiap tahun dan hampir 500 juta jiwa di kawasan ini yang hidup berdampingan dengan kelelawar pembawa virus tersebut.
Ini merupakan hasil penelitian yang diterbitkan pada Rabu (10/8/2022) di jurnal Nature Communications. Para peneliti mengatakan bahwa transmisi virus dari kelelawar ke manusia selama ini tak pernah dianggap sebagai ancaman serius.
Karenanya diperlukan pemetaan habitat kelelawar di Asia Tenggara secara terperinci untuk mengurangi risiko serta mengungkap misteri asal-muasal wabah Covid-19.
Dalam penelitian itu, para ilmuwan fokus pada 26 spesies kelelawar yang diketahui menjadi inang virus corona-SARS. Mamalia terbang ini hidup di area seluas 5,1 juta kilometer persegi, mulai dari China, Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Kemudian para ilmuwan mengumpulkan data tingkat antibodi pada orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan kelelawar.
Dari hasil analisis mereka, daerah Myanmar, Laos dan Vietnam bagian utara adalah kawasan yang paling kaya dengan spesies kelelawar pembawa virus corona-SARS atau SARSr-CoVs.
"Perkiraan kami, rata-rata 66.000 orang terinfeksi SARSr-CoVs setiap tahun di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa penyebaran virus SARSr-CoV dari kelelawar ke manusia biasa terjadi di kawasan ini, tetapi tidak terdeteksi oleh studi klinis," tulis para peneliti seperti dilansir dari Reuters.
"Data geografis dan skala penyebaran virus dari kelelawar ke manusia ini kelak bisa digunakan untuk surveilans dan mencegah merebaknya penyakit yang berasal dari kelelawar," lanjut mereka.
Covid-19, yang kini menyebar ke seluruh dunia, dipicu oleh virus SARS-CoV-2. Sebuah penelitian terbaru pada akhir Juli kemarin menguatkan teori bahwa penyakit itu bermula dari pasar basah Wuhan, tempat daging binatang liar diperdagangkan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3338 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 916 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 675 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun