Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Takut Bencana Nuklir, Erdogan Telepon Putin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di tengah kekhawatiran bencana nuklir, Presiden Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden Vladimir Putin untuk menawarkan Turki menjadi mediator penyelesaian kisruh Rusia-Ukraina di PLTN Zaporizhzhia.
"Presiden Erdogan menyatakan bahwa Turki bisa memainkan peran sebagai fasilitator PLTN Zaporizhzhia," demikian pernyataan kantor Kepresidenan Turki, Sabtu (3/9), seperti dikutip AFP.
Belakangan, dunia memang tengah memantau keadaan di PLTN Zaporizhzhia. Sejumlah pihak khawatir akan kemungkinan bencana nuklir karena area PLTN terbesar di Eropa itu menjadi salah satu titik panas perang Rusia-Ukraina.
Beberapa hari lalu, satu dari enam reaktor nuklir di PLTN Zaporizhzhia bahkan dimatikan sebagai upaya perlindungan darurat karena serangan yang terjadi di area tersebut.
Pada Kamis pekan lalu, perusahaan nuklir Ukraina, Energoatom, melaporkan kebakaran di lubang abu pembangkit listrik batu bara dekat kompleks tersebut menyebabkan aliran listrik ke PLTN Zaporizhzhia terputus.
Pemutusan listrik semacam ini dianggap sangat berbahaya karena menyebabkan PLTN itu bergangung pada satu sumber listrik untuk mendinginkan reaktor nuklir.
Di tengah kisruh ini, tim penyelidik dari badan nuklir utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa, IAEA, tiba di PLTN Zaporizhzhia untuk memastikan situasi aman.
Kunjungan IAEA itu sempat tertunda karena terjadi serangan di sekitar PLTN Zaporizhzhia. Kepala Staf Kepresidenan Ukraina,Andrii Yermak, menuding Rusia mencoba "menghancurkan" kunjungan IAEA dengan membombardir area jalur menuju ke PLTN Zaporizhzhia.
"Rusia menembaki [Kota] Enerhodar dan wilayah pembangkit nuklir Zaporizhzhia," tulis Yermak melalui Telegram.
Ia juga menuding Rusia bertindak sebagai "negara teroris." Mereka juga menegaskan bahwa PLTN Zaporizhzhia saat ini berada di bawah kekuasaan pasukan Rusia.
"Rusia lah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi di pembangkit nuklir Zaporizhzhia dan Enerhodar. Mereka ingin menghancurkan kunjungan misi IAEA," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar