Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Petani, Nelayan di Buleleng Bersitegang dengan Pengelola SPBU
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembatasan pembelian pascakenaikan harga BBM mulai memicu ketegangan di tengah masyarakat. Seperti yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng pada Senin 19 September 2022.
Dimana sejumlah petani subak dan nelayan bersitegang dengan petugas SPBU akibat dipersulit mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Warga subak merasa kecewa lantaran tidak dilayani saat membeli BBM. Hal itu memantik tudingan adanya penjualan BBM jenis Pertalite kepada para pelangsir.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran pembelian pertalite dengan jerigen isian 5 liter untuk kebutuhan pertanian mendapat penolakan. Kendati mereka telah membawa suket (surat keterangan) dari pemerintahan desa setempat. Beruntung, cekcok mulut tidak melebar dan berhasil diredam Kepala Desa Giri Emas, Wayan Saputra.
“Sejak dulu sudah kita tegaskan kepada SPBU, agar prioritaskan petani dan nelayan saat membeli BBM subsidi (pertalite dan solar). Kasihan mereka (petani dan nelayan) mesti bolak balik lantaran terbentur aturan. Nah, yang saya tanyakan sekarang, ada nggak Dinas Ketahanan Pangan Buleleng naruh rekomendasi ke SPBU ini untuk melegalkan nelayan bebas membeli pertalite, juga Dinas Pertanian soal solar kepada para petani. Ya, nanti pemerintah pusat bicaranya inflasi, ketahanan pangan, sementara di bawah para petani dipersulit aturan seperti ini. Mereka mestinya punya hati nurani,” kata Saputra.
Kades Giri Emas Saputra mengaku telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemilik SPBU di Giri Emas dan juga Kapolsek Sawan AKP Dewa Putu Sudiasa menengahi persoalan tersebut. Hasilnya,cukup memuaskan.
”Astungkara, hasilnya cukup memuaskan. Petani Subak Sawah Desa Adat Dangin Yeh, Desa Giri Emas dan nelayan diberikan kebijaksanaan membeli 5 liter pertalite per hari. Ya, begitu pula dengan solar. Kami bersama masyarakat akan rutin pantau SPBU ini agar kebutuhan petani dan nelayan terpenuhi. Soal suket, sementara ini cukup dari Pemerintah Desa Giri Emas khusus melayani kebutuhan petani dan nelayan di Desa Giri Emas,” tegas Saputra.
Atas kondisi yang terjadi itu diharapkan ada kebijakan dari pihak-pihak terkait untuk BBM yang digunakan para nelayan maupun petani. Dengan pembatasan yang dilakukan justru akan memicu keresahan masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1493 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1127 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 972 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 860 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik