Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ini Agenda yang Dibahas pada Pertemuan T20 di Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga think thank dan pusat penelitian dari berbagai belahan dunia memulai agenda The Think20 (T20) Summit di Nusa Dua, Senin (5/8).
Lead co chairs T20 Indonesia, Bambang Brodjonegoro, dalam kata pembukaannya mengatakan, Think20 (T20) berfungsi sebagai 'bank ide' G20 dan bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian kepada para pemimpin G20.
Saat ini kita menyaksikan pemulihan ekonomi yang tidak merata, peningkatan ketidaksetaraan, dan gesekan global yang menyerukan tindakan terkoordinasi global, T20 2022 menjadi semakin penting," ungkapnya.
Ia menegaskan, posisi T20 sangat penting dalam memastikan masalah yang ingin diselesaikan oleh para pemimpin G20 adalah yang terkait.
Selain itu, kebijakan yang direkomendasikan oleh T20 dapat membekali para pemimpin G20 dengan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu penting melalui analisis akademis yang ketat, beserta rekomendasi yang harus diambil.
Melalui output utamanya, T20 Communique, Kepresidenan Indonesia mendorong beberapa rekomendasi kepada para pemimpin G20 untuk mengatasi gejolak saat ini.
T20 Indonesia mendesak para pemimpin G20 untuk segera melakukan upaya bersama untuk mencapai pemulihan yang inklusif dan lebih kuat; restrukturisasi arsitektur kesehatan global; memanfaatkan transformasi digital; mempercepat transisi energi berkelanjutan; dan membangun kerjasama yang lebih baik dan solid.
Ia mengatakan, mengingat pentingnya peran yang dipegang oleh T20, Indonesia bertujuan untuk melanjutkan pekerjaan teladan kepresidenan T20 saat ini dan sebelumnya di tahun mendatang.
Bertepatan dengan 10 tahun berdirinya T20, Indonesia bermaksud untuk memberikan yang terbaik dalam memastikan objektivitas dan inklusivitas rekomendasi kebijakan. Mencermati perkembangan terakhir, menegakkan aspek inklusivitas dalam diskusi di tingkat G20 mungkin bukanlah tugas yang mudah.
Saat ini, narasi seputar isu global masih didominasi oleh ‘Northern Voice’ yang cenderung lebih kongruen dengan kebijakan dan pandangan negara maju. Namun, negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah sama-sama terpengaruh oleh krisis saat ini seperti halnya negara-negara maju, jika tidak lebih.
Baca juga:
Ini Kata Putin soal G20 Bali di Depan Jokowi
Oleh karena itu, peningkatan perwakilan 'Suara Selatan' sangat penting untuk memastikan narasi global yang dibentuk dianggap adil dan dapat diterima oleh semua pemerintah dari semua jenis negara. Isu global, seperti pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan transformasi digital terjadi dalam skala yang membutuhkan tindakan kolektif dan memastikan komitmen dari semua pemerintah dan pemangku kepentingan hampir tidak dapat ditawar.
Dalam Komunike T20, T20 Indonesia mendorong lima rekomendasi kebijakan utama: 1) mendorong pemulihan dan ketahanan, 2) mempercepat kemajuan menuju Net Zero Emissions (NZE), 3) mengatur transformasi menuju masyarakat digital, 4) menjadikan ekonomi lebih inklusif dan berpusat pada rakyat, dan 5) menghidupkan kembali tata kelola global.
Rekomendasi telah dikembangkan melalui proses yang ketat. Ia menyebut, T20 Indonesia telah mengumpulkan 764 abstrak kebijakan singkat dan menghasilkan 130 ringkasan kebijakan, yang ditulis oleh lebih dari 200 penulis dari jaringan think tank di seluruh dunia.
"Untuk memastikan output yang ketat, T20 Indonesia juga telah menyelenggarakan tiga acara sampingan utama, yaitu Global Solutions Summit, Global Policy Forum, dan Global Dialogue," ujarnya.
Selain itu, Satgas T20 Indonesia juga menggelar lebih dari 200 side event dari sembilan satgas.
Dalam semangat kerjasama, G20 dapat mengkatalisasi pemulihan bersama dari berbagai guncangan yang menimpa dunia setelah krisis keuangan berkala, pergeseran kekuatan geopolitik, berbagai dampak perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan efek riak dari Rusia- Perang Ukraina dan sanksi ekonomi terkait.
Ini bukan pertama kalinya dunia dihadapkan pada lingkungan kebijakan yang sulit. Para pemimpin dunia telah berulang kali membuktikan tekad dan kemahiran untuk mengubah banyak kejutan menjadi peluang untuk penataan ulang kelembagaan yang inovatif yang berfungsi sebagai sumber pembaruan di semua lapisan masyarakat, termasuk bisnis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1442 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1094 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 935 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 831 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik