Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Emak-emak Demo Tolak Kenaikan BBM: Angka Perceraian Naik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tidak hanya mahasiswa yang berdemo menolak kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), sejumlah emak-emak ikut bergabung dengan elemen massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) melakukan aksi serupa.
Mereka melakukan aksi demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jakarta Pusat pada Jumat (23/9/2022).
Emak-emak mengenakan gamis berjalan-jalan sambil memukul-mukul kencang-kencang panci menggunakan spatula. Suaranya terdengar tak beraturan.
Salah satu emak-emak bernama Ida menyampaikan, peralatan masak sebagai simbol penolakan terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut dia, melambungnya harga BBM berimbas pada harga kebutuhan pokok.
"Kami yang terdampak langsung, uang dapur kami otomasis harus ditekan karena untuk yang lain, anak-anak kami juga harus diberi makan, untuk yang sekolah membutuhkan transportasi, butuh SPP dan itu juga pasti mengalami kenaikan. Sementara pendapatan suami kami tidak bertambah," kata Ida dalam di lokasi, Jumat (23/9/2022).
Tak ayal, banyak emak-emak yang mengeluh. Bahkan, kenaikan harga BBM berpotensi pada meningkatnya angka perceraian.
"Satu lagi catat. pasti ini akan menimbulkan ketidakharmonisan di dalam rumah. Artinya larinya kemana, pasti akan ada keributan ketika keributan tidak dapat diselesaikan pasti tingkat perceraian akan tinggi," ujar dia.
Ida menyebut, Presiden Jokowi bertanggung jawab penuh atas kenaikan harga BBM.
"Saran saya, sebagai negarawan beliau seharusnya mundur, karena sudah gagal sejahterahkan rakyat," ujar dia.
Massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) berkumpul di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2022).
Demo bertajuk "aksi Bela Rakyat Jilid 2" membawa tiga tuntutan yakni menuntut pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menuntut pemerintah menurunkan harga-harga, dan mendesak pemerintah menegakkan supermasi hukum.
Tiga tuntutan dituliskan besar-besar di spanduk yang dibentangkan massa aksi.
Massa menyemut di sekitaran Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Bendera merah-putih dan bendera organisasi masyarakat (ormas) berkibar seirama dengan alunan musik yang menyala dari atas mobil komando.
Orator dari atas mobil komando memberikan aba-aba kepada peserta aksi untuk terus berjalan ke Istana Negara. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah kali pengunjuk rasa.
"Ayo kita terus jalan menuju ke Istana," kata orator, Jumat (23/9/2022). (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4485 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2297 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1871 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun