Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
PLN Dituding Persulit Masyarakat Bangun PLTS Atap
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa menuding PT PLN (Persero) mempersulit masyarakat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Tanah Air. Menurutnya, larangan yang dilakukan PLN tak sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission atau netral karbon di 2060 mendatang.
"Sejak awal tahun, PLN mempersulit pemasangan PLTS Atap. PLN hanya memberikan ijin 10 persen-15 persen dari daya terpasang dan belakangan tidak mengijinkan untuk ekspor listrik (zero export)," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/9).
Selain itu, kata Fabby, larangan tersebut juga tak sejalan dengan ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 26/2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung Pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.
"Ini bertentangan dengan aturan ini yang menetapkan penyambungan PLTS Atap dengan net-metering, dan bisa ekspor ke jaringan PLN dengan nilai 100 persen tarif dan kapasitas sebesar maksimal 100 persen daya terpasang" kata dia.
Padahal, untuk mewujudkan komitmen pemerintah, dinilai perlu didorong pemanfaatan energi baru terbarukan yang lebih besar. Ini juga sejalan dengan target bisa mencapai 23 persen EBT di 2025 sesuai amanat PP Nomor 79/2014 dan Perpres Nomor 22/2017.
"Untuk mengejar target ini bisa tercapai, PLTS Atap salah satu yang bisa dibangun cepat, 3-4 GWp (gigawatt peak) sampai 2025 tanpa subsidi dan tanpa membebani negara," ujarnya.
CNN Indonesia telah menghubungi Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto untuk meminta tanggapan. Namun, yang bersangkutan belum merespons.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4493 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2306 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1895 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1029 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun