Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Kisruh Liga 3: Suporter PPSM Magelang Serbu Lapangan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kericuhan kembali terjadi di sepak bola Indonesia. Terkini, insiden di laga PPSM Magelang vs Persitem Temanggung di Liga 3 menambah pajang pekerjaan rumah (PR) PSSI untuk memperbaiki kualitas kompetisi.
Duel PPSM Magelang vs Persitema di Stadion Moch Soebroto, Minggu (25/9/2022) berakhir ricuh setelah suporter tuan rumah nekat berhamburan ke dalam lapangan sebelum laga selesai.
Suporter PPSM Magelang masuk lapangan setelah timnya tertinggal dari Persitema dengan skor 2-0.
Para supporter berhamburan ke tengah lapangan pada "injury time" atau perpanjangan waktu babak kedua setelah PPSM dikalahkan Persitema.
Namun aparat keamanan dengan sigap mengamankan situasi dan menghalau para supporter keluar lapangan dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan maka kepulangan para pemain dan suporter Persitema mendapat pengawalan polisi.
Manajer Tim Persitema Temanggung Margo Susilo menyampaikan terima kasih atas pengawalan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pemaian maupun suporter Persitema saat pulang ke Temanggung.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar dan para pemain maupun suporter Persitema sudah sampai di Temanggung dengan selamat," katanya.
Dalam pertandingan Liga tiga tersebut tim tuan rumah PPSM dikalahkan tim tamu Persitema sengan skore 2-0 melalui gol yang semuanya diciptakan oleh Muhammad Sholikul Jihan menit ke-66 dan ke-87, demikian Antara.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3397 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 2343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1872 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan