Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Warganya Kabur, Putin Kunci Perbatasan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Rusia berencana untuk menutup akses keluar negara itu bagi para warga yang masuk dalam kategori komponen cadangan. Hal ini untuk memuluskan mobilisasi militer parsial yang saat ini diberlakukan negara itu untuk melawan Ukraina.
Menurut outlet media independen Rusia Meduza, larangan tersebut akan diumumkan oleh Kremlin setelah berakhirnya referendum yang sedang berlangsung di empat wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
"Larangan tersebut akan secara resmi mulai berlaku pada 28 September," ujar dua orang sumber Kremlin kepada Meduza yang dikutip Newsweek, Minggu, (26/9/2022).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan agar dilakukannya mobilisasi militer Rusia secara parsial pada Rabu, (21/9/2022). Ini akan menempatkan rakyat dan ekonomi negara itu pada 'masa perang' di tengah masih berlanjutnya serangan Moskow ke Ukraina berlanjut.
Menteri Pertahanan Sergey Shoigu menyebut bahwa salah satu bagian penting yang akan dilaksanakan dengan perintah itu adalah memanggil 300.000 tentara cadangan untuk bertugas dalam konflik dengan Ukraina.
Untuk memuluskan hal ini, Putin juga menandatangani peraturan untuk menghukum tentara yang menyerah dalam medan pertempuran serta bagi warga yang menolak wajib militer. Mereka akan terancam hukuman penjara 10 tahun.
Meski begitu, masih banyak warga yang tidak setuju dengan hal ini. Warga juga dilaporkan mulai meninggalkan negara itu menuju negara-negara seperti Georgia, Armenia, dan Turki.
Baca juga:
AS & Korsel Gelar Latihan Militer Gabungan
Untuk ke Eropa, saat ini tetangga Rusia, Finlandia, telah memutuskan untuk menutup pintunya bagi warga Negeri Beruang Putih setelah perintah mobilisasi ini dikeluarkan.
Selain itu, mulai muncul laporan bahwa perekrutan warga untuk komponen cadangan ini tidak sesuai dengan yang disebutkan. Ketua Parlemen Rusia Valentina Matviyenko menyebut banyak laporan bahwa warga yang ditarik dalam mobilisasi ini tidak memiliki kemampuan berperang dan militer.
"Kelebihan seperti itu benar-benar tidak dapat diterima. Dan, saya menganggap itu benar bahwa mereka memicu reaksi tajam di masyarakat," katanya dalam sebuah unggahan di Telegram, Minggu (25/9/2022).
"Pastikan pelaksanaan mobilisasi parsial dilakukan secara penuh dan mutlak sesuai dengan kriteria yang digariskan. Tanpa satupun kesalahan," tegasnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar