Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
3 Siswa Berkebutuhan Khusus Raih Juara di Ajang FHTB
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tiga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) berhasil menorehkan prestasi di ajang Internasional Food, Hotel, and Tourism Bali (FHTB) pada 22-24 September 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Indonesia.
Tiga peserta tersebut adalah Zahra Qoulan Syahida (SLBN Pembina Palembang) dan Qeisha Fatimatuzzahra (SLBN 2 Martapura) yang meraih medali perunggu, dan Iqbal Noor Faisa Hafidz (SLBN Semarang) meraih Juara Harapan di ajang tersebut.
Sebelumnya, mereka merupakan pemenang dari ajang talenta Lomba Keterampilan Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (LKSN-PDBK) bidang Tata Boga tahun 2021.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengirimkan tiga peserta tersebut di bidang Pastry.
Tiga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan secara intensif pada tanggal 18-20 Juli 2022 lalu di SMK Negeri 27 Jakarta. Pembinaan ini dilakukan oleh tim dari Indonesia Pastry Alliance (IPA) yang diketuai oleh Chef Ucu Sawitri dan Chef Xena Sawitri Mantik. Tema lomba pastry untuk FHTB 2022 yang diikuti yaitu “Dress the Cake Free Style". Pelatihan terakhir atau gladi resik juga telah dilakukan secara terpusat di Hotel Hilton Garden Inn Bali pada 23 September 2022.
Puncak kompetisi FHTB diselenggarakan pada Sabtu (24/09/2022). Pada tahun ini, FHTB diikuti oleh tiga negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Peserta diwajibkan membuat kue ukuran bebas dengan hiasan sesuai kreativitas peserta. Peserta diberi waktu selama kurang lebih 2 jam. Ketiga peserta menunjukkan kreativitas yang luar biasa dengan membuat kue dipadukan dengan berbagai hiasan seperti tumpeng, noodle chef, dan harvest season.
Dengan kreasi tersebut, tiga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus ini berhasil meraih medali perunggu meskipun harus berkompetisi dengan peserta yang tidak berkebutuhan khusus. Hal ini dikarenakan ajang kompetisi internasional ini dibuka secara umum dan para peserta merupakan orang yang sudah profesional di bidangnya.
Perolehan ini juga tentunya tidak luput dari peran pendamping dan para Chef yang sudah membina. “Dari pengalaman di LKSN kemarin, mereka mengembangkan imajinasi mereka dengan pendamping mereka. Pendamping mereka yang berusaha membantu untuk mengembangkan kreativitas. Pendamping dan saya tentunya terharu, dengan kekurangan dan keterbatasan mereka bahkan mampu dan bersaing dengan para chef profesional.” ujar Amir Fauzi selaku bagian Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Puspresnas.
Sebagai informasi, FHTB merupakan platform untuk industri makanan, perhotelan, dan pariwisata Indonesia. FHTB 2022 diorganisir oleh PT Pamerindo Indonesia sebagai suatu bagian dari Informa Markets dan didukung oleh berbagai asosiasi di bidang industri makanan, perhotelan, maupun pariwisata salah satunya oleh IPA.
Dalam hal ini, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap tiga siswa dan seluruh panitia yang telah membantu.
“Adik-adik sangat luar biasa karena harus berkompetisi dengan peserta lainnya yang rata-rata sudah profesional di bidangnya. Karya yang dihasilkan juga sangat bagus. Selamat atas prestasi yang diraih. Semoga prestasi ini dapat terus meningkatkan semangat adik-adik dalam berprestasi di waktu mendatang dan semoga dapat menjadi motivasi teman-teman lainnya,” ujar Asep Sukmayadi. (sumber: Kemendikbud)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun