Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Bule Denmark Gugat Praperadilan Polres Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga negara asing (WNA) asal Denmark, Lars Christensen mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polres Buleleng ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja terkait dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus UU ITE.
Permohonan praperadilan tersebut ditujukan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia c.q. Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resor Buleleng.
Gugatan praperadilan terhadap Polres Buleleng tersebut dilayangkan Lars Christensen ke PN Singaraja, tentang penghentian penyidikan atas nama tersangka Ni Luh Sukerasih, tertanggal 8 September 2022. Lars Christensen menganggap SP3 yang diterbitkan Sat Reskrim Polres Buleleng tidak sah menurut hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.
Pihaknya meminta penyidikan dilanjutkan dan berkas perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum Kejari Buleleng untuk kemudian dilimpahkan ke PN Singaraja untuk disidangkan.
Humas PN Singaraja, Hermayanti Jumat 30 September 2022 membenarkan adanya permohonan praperadilan terhadap Polres Buleleng. Rencananya sidang praperadilan tersebut akan mulai digelar pada Senin 10 Oktober 2022 mendatang.
"Benar, pemohon atas nama saudara Lars Christensen," ungkapnya singkat.
Hal senada diungkapkan Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, dimana penghentian kasus pelanggaran UU ITE dengan tersangka Ni Luh Sukerasih tersebut dilakukan dengan alasan tidak cukup bukti. Menurutnya kasus itu sudah beberapa kali dilimpahkan ke kejaksaan.
"Berkasnya sudah lama bolak-balik. Memang di-SP3, pertimbangan SP3 karena tidak cukup bukti," ujar Sumarjaya.
Kasi Humas Sumarjaya belum bisa menanggapi gugatan tersebut lebih jauh lagi lantaran pihak Polres Buleleng belum menerima tembusan gugatan secara resmi.
"Kami belum bisa komentar banyak. Sudah kami cek ke Reskrim dan Seksi Hukum, belum ada tembusan gugatan yang diterima," tegasnya.
Kasus UU ITE itu bermula dari peristiwa penodaan agama di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, dimana, seorang wanita merekam momen Lars Christensen menendang sebuah pelinggih. Peristiwa itu bergulir di kepolisian hingga pengadilan.
Lars divonis bersalah di PN Singaraja dan menjalani hukuman di Lapas Singaraja. Setelah keluar dari lapas pada 2021 lalu, dia akhirnya dideportasi ke negara asalnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2160 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2004 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1486 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1371 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli