Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Dunia 'Gelap' Tahun Depan, Lonceng Bahaya Untuk Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Gusti Agung Diah Utari mengatakan, perlambatan ekonomi global alias resesi ekonomi dunia di tahun depan, akan memiliki dampak terhadap perekonomian di Pulau Dewata.
Tari menjelaskan, perekonomian di Bali sangat dipengaruhi oleh wisatawan, baik domestik dan mancanegara. Dengan demikian, dampak resesi ekonomi global di tahun depan otomatis akan kembali memukul perekonomian Bali.
Apalagi pascapandemi Covid-19, kata Tari perekonomian di Bali saat ini masih juga belum sepenuhnya pulih. Dari catatannya, ekonomi Bali saat ini tengah dalam masa pemulihan, meski sudah lebih baik dibandingkan dua tahun terakhir sejak 2020 dan 2021.
"Ekonomi nasional dan global memiliki tantangan ke depan, karena sisi perlambatan ekonomi global dan meningkatnya inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan. Ini berpotensi mempengaruhi potensi kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara dalam negeri," jelas Tari dalam diskusi Pelatihan BI di Ubud, Bali, Sabtu (1/10/2022).
Dari data yang dimilikinya, pada September 2022 jumlah kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 1,1 juta orang, masih lebih sedikit dibandingkan kedatangan wisatawan domestik yang mencapai 2,7 juta.
Adapun dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah wisatawan mancanegara pada Juli 2022 tercatat sebanyak 246.504 kunjungan, naik 35,72 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 181.625 kunjungan. Wisatawan yang berasal dari Australia mendominasi kedatangan wisman ke Bali di bulan Juli 2022 dengan share sebesar 32,19 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Juli 2022 tercatat sebesar 37,52 persen, turun sedalam 1,25 poin jika dibandingkan dengan bulan Juni 2022.
Sementara TPK pada Juli 2022 jika dibandingkan dengan bulan Juli 2021 (year on year/yoy)) yang mencapai 5,23 persen, tingkat penghunian kamar pada bulan Juli 2022 tercatat naik 32,29 poin. Sementara itu, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 20,93 persen, naik 3,52 poin dibandingkan bulan Juni 2022.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Bali pada bulan Juli 2022 tercatat 2,05 hari, turun 0,10 poin dibandingkan dengan capaian bulan Juni 2022 (month to month/mtm)) yang tercatat 2,15 hari.
Jika dibandingkan dengan capaian bulan Juli 2021 (yoy) yang tercatat 1,92 hari, rata-rata lama menginap Juli 2022 naik 0,13 poin. Sementara itu, untuk hotel non bintang, rata-rata lama menginap di bulan Juli 2022 tercatat sebesar 2,042 hari, naik 0,003 poin dibandingkan bulan Juni 2022 yang tercatat sebesar 2.039 hari.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4503 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1589 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun