Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
BPBD Jatim: Penonton Lari Hindari Gas Air Mata
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Jawa Timur mengungkapkan massa penonton pertandingan Arema FC versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, berlarian karena mencoba menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Budi Santosa menyebut para penonton yang berlarian itu akhirnya menyebabkan situasi kacau hingga menginjak-injak penonton lain.
"Dari tembakan gas air mata itu suporter yang mencoba menghindar harus mengorbankan penonton lain dengan menginjak-injak guna menyelamatkan diri dan banyak dari penonton yang mengalami sesak napas akibat asap gas air mata," kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10).
Menurut Budi, polisi menembakkan gas air mata untuk meredakan kemarahan suporter dan membubarkan massa. Sebab, usai pertandingan berakhir, pendukung Arema yang kecewa masuk ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.
Petugas pengamanan lantas berupaya mencegah dan mengalihkan suporter agar tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Namun, pengalihan itu tak dapat meredam amarah suporter dan polisi menembakkan gas air mata.
"Namun, kemarahan suporter tetap tidak terkendali, justru melempar benda ke lapangan," ucapnya.
Budi menyebut data terkini jumlah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, yakni 174 korban tewas, 11 korban luka berat, dan 298 korban luka ringan. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.
Suporter Arema memasuki lapangan karena tak terima dengan hasil pertandingan yang memenangkan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.
Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4504 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1953 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun