Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
32 CCTV Rekam Tragedi Kanjuruhan, Polri Kerahkan Puslabfor
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut kepolisian tengah mendalami setidaknya 32 kamera pengawas atau CCTV guna mengusut Tragedi Kanjuruhan yang terjadi Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.
"Dari puslabfor dari tadi malam dan hari ini mendalami, menganalisa 32 titik CCTV di sekitar stadion dan beberapa lokasi," kata Dedi dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (3/10) siang.
Dedi menerangkan puslabfor saat ini juga tengah mendalami dan menganalisa dua DVR dari kamera CCTV. Selain itu, kata Dedi, puslabfor juga menemukan enam unit ponsel dan langsung dilakukan pemeriksaan serta pendalaman.
"Dari enam handphone itu, diidentifikasi tiga milik korban. Tiga handphone lain masih diproses, karena tiga handphone ini di-password. Nanti didalami," ujarnya.
Sebelumnya, Dedi menyebut tim Itsus serta Propam juga tengah memeriksa 18 anggota yang diduga bertanggung jawab dalam penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.
"Secara internal, Itsus dan Propam sudah memeriksa anggota yang terlibat pengamanan. Sudah diperiksa 18 orang anggota yang bertanggung jawab atau operator senjata pelontar. Ini sedang diperiksa dan didalami Itsus atau Propam," tuturnya.
Selain anggota, tim investigasi Polri juga memeriksa beberapa saksi dan pejabat terkait yang berwenang atas penyelenggaraan pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya.
Di antaranya, Direktur LIB, Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema, hingga Kadispora Provinsi Jawa Timur. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.
Insiden disebut bermula saat suporter Arema memasuki lapangan karena tak terima dengan hasil pertandingan yang memenangkan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.
Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter.
Berdasarkan data terbaru per Senin siang ini, Dedi menyebut tragedi itu menyebabkan 125 orang meninggal dunia, korban luka berat 21 orang, dan luka ringan 304 orang.
"Jumlah [total] korban ter-update 455 orang," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4504 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun