Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Terdakwa Ungkap 17 Kredit Fiktif di LPD Serangan Rp3,8 Miliar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terdakwa Ni Wayan Sunita Yanti atau diinisialkan NWSY membenarkan keterangan adanya 17 kredit fiktif di LPD Serangan. Dimana dalam kasus dugaan korupsi ini, menimbulkan kerugian bagi warga masyarakat dan nasabah di LPD Serangan, kisaran Rp3,8 miliar.
Hal ini diungkapkan Yanti yang juga menjabat Tata Usaha LPD Serangan terucap dalam sidang, Selasa 11 September 2022 bertempat di ruang Sidang Cakra Pengadilan Tipikor Denpasar.
Bukan hanya Yanti seorang, Kepala LPD Serangan I Wayan Jendra yang juga berstatus sebagai terdakwa ikut dihadirkan dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Putu Gede Astawa,S.H.,M.H. dengan agenda sidang pemeriksaan saksi tersebut.
Saksi yang dihadirkan adalah I Gusti Agung Putra,S.sos selaku Kasi Pembinaan LPD pada Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Prov. Bali; I Putu Suyatna,SE selaku koordinator LPLPD Kota Denpasar.
Intinya menurut keterangan saksi ditemukan 17 kredit fiktif dan ditemukan adanya kerugian sekitar Rp3,8 miliar dalam pengelolaan keuangan LPD Serangan.
"Keterangan saksi tersebut dibenarkan oleh terdakwa Yanti. Selanjutnya sidang kembali akan mendengarkan keterangan saksi pada Selasa, 18 Oktober 2022," demikian I Putu Eka, Kasi Intel Kejari Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4529 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1990 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun