Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Reaksi Dunia Atas Mundurnya PM Liz Truss, Kata-kata Rusia Terkejam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Inggris Liz Truss telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah masa yang penuh gejolak dan berumur pendek, di mana kebijakannya memicu gejolak di pasar keuangan.
Membuat pernyataan yang dijadwalkan dengan tergesa-gesa di luar kantornya Downing Street pada hari Kamis (20/10/2022), Truss mengakui bahwa dirinya sudah tidak sanggup menjalankan mandat.
"Saya tidak dapat menyampaikan mandat yang saya pilih oleh Partai Konservatif," kata Truss saat berpidato.
Itu menandai pengunduran diri ketiga perdana menteri dari Parati Konservatif dalam beberapa tahun. Situasi itu membuat partai terpecah karena berusaha mencari pemimpin yang dapat menyatukan faksi-faksi yang kerap bertikai.
Truss, yang mengatakan dia akan tetap menjabat selama beberapa hari lagi sementara proses itu berlangsung, baru menjadi perdana menteri selama 45 hari, tersingkat sepanjang sejarah Inggris.
Pengunduran dirinya itu memicu berbagai reaksi dari pemimpin dunia. Tak sedikit negara-negara yang mengungkapkan kesedihan.
Namun, kata-kata terkejam datang dari Rusia yang menggambarkan sosok Truss sebagai aib.
Menyadur Aljazeera, berikut adalah reaksi dari tokoh di seluruh dunia atas pengunduran diri Truss.
Presiden AS Joe Biden
“Amerika Serikat dan Inggris adalah sekutu yang kuat dan teman abadi – dan fakta itu tidak akan pernah berubah. Saya berterima kasih kepada Perdana Menteri Liz Truss atas kemitraannya dalam berbagai masalah, termasuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas perangnya melawan Ukraina.
“Kami akan melanjutkan kerja sama erat kami dengan pemerintah Inggris saat kami bekerja sama untuk menghadapi tantangan global yang dihadapi negara kami.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron
“Kami ingin, di atas segalanya, stabilitas. Pada tingkat pribadi, saya selalu sedih melihat seorang rekan pergi.”
Perdana Menteri Irlandia Michael Martin
“Saya pikir stabilitas sangat penting dan kami ingin melihat sistem Inggris dalam kapasitasnya dalam posisi untuk memiliki penerus yang dipilih secepat mungkin, selama masa-masa ini ketika perang besar sedang berlangsung di benua di Eropa.”
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte
“Saya memiliki kontak yang baik dengannya. Jadi saya kesal padanya secara pribadi. Kami menyetujui berbagai pandangan dan saya menantikan untuk bekerja dengan siapa yang akan menjadi rekan saya berikutnya. Ini akan menjadi yang kelima, saya percaya.”
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
“Inggris tidak pernah tahu aib seorang perdana menteri. Helm di atas tank, bencana buta huruf, dan pemakaman ratu tepat setelah audiensi dengan Truss akan menjadi kenangan tentang dirinya.”
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun