Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), dikabarkan telah menangkap lebih dari 20 anggota keluarga kerajaan, termasuk Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud, selama menjalankan pemerintahan Saudi sejak 2017 lalu. MbS menangkap mereka lantaran diduga merencanakan kudeta untuk menggulingkan Raja Salman, sang ayah Pangeran MbS.
Berdasarkan laporan Middle East Eye pada 2020 silam, para pangeran Saudi yang ditahan MbS sejauh ini adalah Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz, Pangeran Nayef bin Ahmed bin Abdulaziz, Pangeran Mohammed bin Nayef, dan Pangeran Nawaf bin Saad.
Selain itu, beberapa nama lain seperti Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud dan Pangeran Salman bin Abdulaziz juga turut masuk dalam daftar pangeran yang ditangkap MbS.
Penahanan Pangeran Abdullah sendiri diketahui ditangkap pada 2020. Namun penangkapannya belakangan jadi sorotan setelah Saudi menjatuhkan vonis 30 tahun penjara pada Agustus lalu.
Menurut sumber lokal yang dikutip Reuters, MbS "menuduh mereka [para pangeran] melakukan kontak dengan kekuatan asing, termasuk Amerika dan lainnya, untuk melakukan kudeta".
Reuters mengutip sumber yang mengungkapkan bahwa Raja Salman sendiri yang menandatangani surat perintah penangkapan.
Mereka mengklaim sang Raja dalam kondisi yang baik saat melakukan penandatanganan tersebut. Raja Salman diketahui menderita demensia.
Mereka yang ditangkap juga disebut diperintahkan menulis cuitan kesetiaan terhadap MbS. Tiga di antaranya pun sudah melakukan itu.
Banyak yang menilai upaya "bersih-bersih" ini sebagai tindakan paling nekat dan paling putus asa yang dilakukan sang Putra Mahkota.
Tidak seperti pada November 2017 ketika ia melakukan sidak pertamanya terhadap para elit bisnis, nama MbS pada 2020 mulai jelek dan makin tak disukai oleh keluarganya.
Pada 2020, reformasi Putra Mahkota sempat tertatih-tatih. Saudi harus mengalami penurunan harga minyak mentah dan menerima ketidakpuasan karena menutup tempat-tempat suci di Mekah dan Madinah dari seluruh jemaah umrah. Penutupan itu dilakukan setelah negara itu terdampak virus Corona.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun