Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Negosiasi Perang Mandek, Ini Syarat dari Rusia dan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina kembali menegaskan siap bernegosiasi dengan Rusia. Namun, kali ini disertai syarat baru secara tersirat, yakni Presiden Vladimir Putin harus lengser terlebih dahulu.
Hal tersebut diungkapkan penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, di tengah perang yang sudah berlangsung selama lebih dari 8 bulan dan terhentinya sejumlah upaya perundingan.
Dalam cuitannya, Podolyak menegaskan Ukraina tidak pernah menolak untuk bernegosiasi guna mengakhiri konflik. Hanya saja, salah satu syarat yang diberikan Ukraina sejak awal, yakni Rusia menarik seluruh pasukannya, memang sulit dipenuhi oleh Negeri Beruang Merah tersebut.
Dia tidak percaya bahwa Putin siap untuk melakukan pembicaraan damai secara adil, menunjukkan bahwa pembicaraan mungkin tidak akan terjadi sampai Putin tidak lagi menjadi pemimpin Rusia.
Meskipun Putin menghadapi ketidakpuasan yang meningkat atas kegagalan militernya untuk mencapai tujuan substansial di Ukraina, dia belum menunjukkan rencana untuk mundur.
"Apakah Putin sudah siap?" tulis Podolyak. "Jelas tidak. Oleh karena itu, kami konstruktif dalam penilaian kami: kami akan berbicara dengan pemimpin berikutnya [Rusia]," tuturnya, dikutip Newsweek, Selasa (8/11/2022).
Di sisi lain, Rusia pun memberikan syaratnya mereka sendiri.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia mengatakan Kremlin selalu siap mendengarkan "rekan-rekan Barat" jika mereka membuat permintaan lain untuk mengatur perundingan.
Namun, dia menambahkan Barat perlu sepenuhnya mempertimbangkan kepentingan Federasi Rusia dan keamanannya serta menawarkan beberapa pendekatan serius yang akan membantu meredakan ketegangan.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan setiap negosiasi harus dimulai dengan Amerika Serikat (AS), yang katanya memiliki suara yang menentukan tentang bagaimana konflik akan berakhir.
Pekan lalu, Putin mengatakan kondisi yang diperlukan dapat muncul untuk memicu negosiasi, tetapi Ukraina menolak untuk membahas apapun dengan Moskow.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2190 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2057 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1526 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1411 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli