Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Izinkan Perayaan, Saudi Tetap Larang Impor Pohon Natal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan tetap melarang impor pohon dan pernak-pernik perayaan natal meski mengizinkan perayaan bagi warga yang merayakan di negara itu. Media lokal Saudi Alwatan seperti dikutip dari The New Arab, Saudi tetap melarang impor barang-barang tersebut yang berhubungan dengan perayaan natal karena tak sesuai dengan ajaran Islam.
Otoritas Zakat, Pajak dan Bea-Cukai Saudi (ZATCA) memastikan pelarangan impor tersebut. Mereka menilai bahwa pohon natal merupakan simbol kepercayaan orang-orang non-muslim.
Sejumlah pihak pun mengkritik alasan otoritas Saudi melarang pohon dan pernak-pernik perayaan natal di tengah gelombang liberalisasi di negara itu. Terlebih, Saudi juga sebelumnya membolehkan perayaan Halloween, konser, dan aktivitas hiburan lainnya.
"Apakah agama kita begitu rapuh bahwa sebuah keyakinan bisa dipengaruhi hanya dengan pohon natal? Atau bahkan partisipasi dunia dalam merayakan hari lahir seorang pembawa risalah yang kelahirannya kita kenal?" demikian komentar akun Twitter jurnalis Saudi, Turki Al Hamad.
"Saudi hari ini menampilkan dirinya sebagai negara toleransi dan menampung semua agama serta sekte keagamaan. Apakah keputusan itu membantu menampilkan citra itu? Saya rasa tidak," kata Al Hamad lagi.
ZATCA bukan hanya melarang pohon dan pernak-pernik natal. Barang-barang yang merupakan simbol agama tertentu selain Islam juga dilarang oleh otoritas tersebut masuk Saudi.
Otoritas Bea-Cukai Saudi itu sebelumnya menjawab pertanyaan dari salah satu netizen Saudi terkait izin impor pohon natal di negaranya. ZATCA dalam akun Twitternya kemudian menjelaskan bahwa barang-barang tersebut tetap dilarang diimpor jelang perayaan natal dan tahun baru.
Namun, unggahan ZATCA itu yang merupakan jawaban atas pertanyaan netizen segera dihapus di Twitter tanpa alasan. The New Arab sudah mencoba menghubungi pihak otoritas Saudi itu untuk mendapatkan konfirmasi, namun tak ada tanggapan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun