Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Jaga Keberlangsungan Tradisi, Pemuda Desa Adat Duda Dibekali Kemampuan "Mebat"
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Untuk tetap menjaga warisan tradisi leluhur khususnya dalam bidang olahan tradisional, puluhan yowana di Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem diberikan pengetahuan tentang "Mebat" dan membuat "jatah madan".
Bendesa Adat Duda, I Komang Sujana mengatakan, hal tersebut merupakan kegiatan pasraman Yowana Desa Adat Dusa dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Yowana tentang "Mebat" dan "membuat jatah madan".
Baca juga:
Lomba Mebat Antar Sekolah di Klungkung
"Ini didasari oleh Lontar Dharma Cecaruban, dimana di dalamnya tertuang tentang racikan bumbu genap (basa sejangkepnyane), seperti bumbu jatah, urutan, pesan, selempet, lawar barak, lawar putih, lawar selem, sadur dan komoh," kata Sujana.
Kegiatan pasraman ini dilaksanakan hari ini, Senin (5/12/2022) bertempat di wantilan Pura Puseh Desa Adat Duda. Adapun peserta yang terlibat, yaitu sebanyak 54 orang Yowana perwakilan dari 27 Banjar yang ada di Desa Adat Duda bersama 10 orang pengurus inti yowana.
"Selain mebat, Yowana juga diberikan pengetahuan terkait dengan tata titi (pakem) megibung," ujar Sujana.
Bagi Sujana, kemampuan di bidang mebat sangat penting untuk diketahui oleh generasi muda, sehingga tradisi yang adiluhung titipan leluhur tidak punah ditelan zaman. Apalagi saat ini, semua mengarah kepada hal yang bersifat praktis, seperti makanan prasmanan oleh karenanya prajuru Desa dengan program nangun sat kertinya wajib untuk melestarikan warisan tersebut.
"Harapan kami agar terus estapet warisan-warisan yang hampir punah sehingga bisa tetap terjaga keberadaannya," imbuh Sujana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun