Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Rusia Ingin Banjiri Eropa dengan Pengungsi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, menyebut bahwa Rusia ingin membanjiri Eropa dengan gelombang baru pengungsi Ukraina, lewat serangan yang terus dilancarkan ke pembangkit listrik dan infrastruktur lain.
Dalam wawancara dengan saluran berita Prancis LCI, Shmyhal mengatakan, Ukraina meminta bantuan baterai rudal Patriot dan sistem pertahanan udara berteknologi tinggi lainnya untuk melawan serangan Rusia yang berniat melumpuhkan listrik dan pasokan air bagi jutaan warga Ukraina.
Presiden Polandia menuturkan, negaranya telah melihat peningkatan permintaan untuk menampung pengungsi Ukraina karena kombinasi serangan dari Rusia tersebut, ditambah dengan cuaca beku yang menghampiri Ukraina.
"Jumlah pengungsi (Ukraina) di Polandia telah meningkat baru-baru ini menjadi sekitar 3 juta. Itu mungkin juga berarti peningkatan jumlah mereka di Jerman," kata Presiden Polandia Andrzej Duda, setelah pembicaraan dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Berlin, seperti dilansir AP.
Jutaan orang Ukraina meninggalkan negara mereka setelah Rusia mulai menginvasi pada 24 Februari 2022. Ribuan orang tewas dan puluhan kota besar dan kecil di seluruh Ukraina telah menjadi puing-puing selama perang yang sekarang memasuki bulan ke-10.
Pada Senin (12/12), sebagian besar serangan Rusia kembali terfokus pada wilayah timur dan selatan, yang dianeksasi secara ilegal oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Untuk bertahan dari serangan lebih lanjut, Shmyhal kembali mengulangi seruannya untuk meminta bantuan sistem pertahanan yang sangat canggih.
Dalam wawancara dengan LCI, Shmyhal meminta bantuan lebih banyak sistem pertahanan udara dari Jerman dan Prancis, termasuk pasokan peluru artileri dan tank tempur modern.
Lebih dari 45 negara dan 20 lembaga internasional diharapkan mengambil bagian dalam konferensi Paris yang digelar Selasa (13/12) untuk mengumpulkan dan mengoordinasikan bantuan untuk kebutuhan air, listrik, makanan, kesehatan, dan transportasi di Ukraina selama bulan-bulan musim dingin yang sulit.
Penyediaan rudal Patriot ke Ukraina akan menandai kemajuan besar dalam jenis sistem pertahanan udara yang dikirimkan Barat untuk membantu negara itu mengusir serangan udara Rusia. Namun, sejauh ini belum ada negara yang menawarkannya, dan langkah seperti itu kemungkinan akan menandai eskalasi perang melawan Rusia.
Para pejabat Amerika Serikat menyebut bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menyediakan baterai rudal Patriot kepada Ukraina. Tapi, Brigjen Pat Ryder, sekretaris pers Pentagon, mengatakan kepada wartawan baru-baru ini bahwa tidak ada rencana untuk mengirim sistem berteknologi tinggi yang rumit itu.
"Kami akan terus melakukan diskusi itu," kata Pat Ryder. Dia menambahkan, "Tidak satu pun dari sistem ini yang plug-and-play. Anda tidak bisa begitu saja muncul di medan perang dan mulai menggunakannya."
Pertahanan udara juga menjadi topik pembicaraan telepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang berlangsung Minggu (11/12) dengan Presiden AS Joe Biden. Zelenskyy mengatakan kepada Biden bahwa sekitar 50 persen dari infrastruktur energi Ukraina hancur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun