Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Lima Anak Keracunan, Diduga Setelah Konsumsi Permen Magic
BERITABALI.COM, NTB.
Sejumlah anak di Desa Rasabou Kecamatan Sape, Kabupaten Bima dilaporkan keracunan.
Lima anak dilaporkan mengalami pusing, muntah-muntah, dan sakit perut setelah mengkonsumsi permen Youka Magic Box, Minggu (11/12) sore. Informasi yang dihimpun, anak-anak tersebut mulai menunjukkan gejala keracunan sekira pukul 17.15 WITA.
Kepala Puskesmas Sape, Jainuddin yang dikonfirmasi, membenarkan lima orang anak mengalami keracunan makanan. Dari 5 orang tersebut, 4 orang di antaranya masih dirawat di Puskesmas dan 1 orang lainnya sudah dipulangkan.
"Satu orang dirawat jalan di rumah," kata Jainuddin, dikutip tribun lombok, Senin (12/12).
Sedangkan untuk 4 orang yang dirawat, petugas medis sudah memberikan penanganan dengan pemberian infus RL. Kemudian, dilakukan pelacakan kasus, investigasi kasus dan surveilans ketat.
"Sekarang kondisinya sudah membaik," tandas Jainuddin.
Sementara itu, Kapolsek Sape Kompol Muslih yang dikonfirmasi terpisah mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait insiden keracunan tersebut.
"Kami baru tahu setelah dikonfirmasi temen-temen wartawan ini," akunya.
Baca juga:
Salah Racik Jamu, 30 Warga Keracunan
Kendati demikian, pihaknya langsung ke Desa Rasabou untuk menghimpun informasi terkait dugaan keracunan yang diakibatkan permen tersebut.
"Jika ada perkembangan, segera kami kabarkan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3392 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1774 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 974 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan