Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Xi Jinping-Putin Kirim Kapal Dekati Jepang dan Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina dan Rusia sepakat untuk mengirimkan armada tempur laut mereka ke wilayah Laut Cina Timur. Hal ini dilakukan untuk menggelar latihan sepekan bersama di perairan itu yang dimulai pada Rabu (21/12/2022).
Dalam laporan Global Times, Kementerian Pertahanan Nasional Cina mengatakan dalam siaran pers, Angkatan Laut kedua negara akan menggelar latihan militer Joint Sea 2022 di perairan Timur garis pantai yang membentang dari Zhoushan hingga Taizhou, Provinsi Zhejiang Cina Timur dari Rabu hingga 27 Desember.
"Latihan bersama bertujuan untuk menunjukkan tekad dan kemampuan kedua belah pihak dalam memperkuat upaya untuk bersama-sama menangani ancaman keamanan maritim, serta menjaga perdamaian dan stabilitas internasional dan regional, dan untuk lebih memperdalam kemitraan koordinasi strategis komprehensif Cina-Rusia untuk era baru," kata Kementerian Pertahanan Cina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam siaran pers bahwa tujuan utama dari latihan tersebut adalah untuk memperkuat kerja sama angkatan laut antara kedua negara dan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.
Pakar militer Cina Song Zhongping mengatakan latihan antara Cina dan Rusia telah menjadi rutin. Tahun lalu, Laut Bersama 2021 diadakan di Laut Jepang di lepas pantai Rusia.
"Metode rotasi seperti itu akan memungkinkan angkatan laut Cina dan Rusia untuk mengenal wilayah laut masing-masing dan mencapai hasil pelatihan terbaik. Itu adalah perwujudan dari rasa saling percaya kedua militer," ujarnya.
Latihan ini sendiri diadakan di perairan yang dekat dengan Jepang dan Taiwan. Baik Cina dan Rusia sendiri diketahui saat ini memiliki hubungan yang memanas dengan keduanya.
Dengan Cina, Tokyo kembali memanas terkait masuknya kapal perang Beijing di wilayahnya sekitar Kepulauan Ryukyu di Okinawa. Taipei juga mempunyai hubungan yang meruncing dengan Negeri Tirai Bambu itu lantaran niatan Cina untuk terus menegaskan klaimnya atas wilayah Taiwan.
Sementara itu, Jepang dan Taiwan juga diketahui tergabung dalam koalisi Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia akibat serangannya ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri pernah menyebut bahwa negara yang menjatuhkan sanksi terhadapnya negaranya merupakan negara yang 'tak bersahabat'.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun