Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Zelensky Jawab Tawa Biden Saat Minta Senjata: Maaf, Kami Sedang Perang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Zelensky Jawab Tawa Biden Saat Minta Senjata: Maaf, Kami Sedang Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat merespons tawa Presiden Joe Biden ketika dirinya meminta pasokan senjata tambahan dari Amerika Serikat untuk keperluan perang melawan Rusia. Hal itu berlangsung saat Zelensky bertemu Biden di Gedung Putih dalam lawatan dadakannya ke AS pada Rabu (21/12). Ini merupakan kunjungan perdana Zelensky ke luar negeri sejak Rusia menggempur Ukraina pada Februari lalu.
Dalam salah satu momen, Zelensky berkesempatan berbicara soal bantuan militer dan finansial yang diberikan AS kepada Ukraina sejak invasi Rusia berlangsung. Zelensky juga menyambut baik bantuan militer tambahan senilai US$18,5 miliar (Rp28,8 triliun) dari AS ke Ukraina, termasuk pengiriman sebuah sistem rudal Patriot yang selama ini ia dambakan.
Menurutnya, pasokan senjata dari AS dan negara Barat lainnya sangat krusial membantu pasukan Ukraina melawan gempuran Rusia. Meski begitu, dalam kesempatan itu, Zelensky blak-blakan mengatakan bahwa satu sistem rudal Patriot tidak lah cukup membantu Ukraina menggempur Ukraina. Ia pun meminta tambahan pasokan rudal Patriot ke negaranya.
"Kami ingin mendapat lebih banyak rudal Patriot lagi," kata Zelensky di depan Biden.
Permintaan Zelensky itu pun disambut tawa dari Biden.
Zelensky pun merespons tawa Biden itu: "mohon maaf, tapi kami sedang perang."
Dikutip CNN, sejumlah pihak menilai pertemuan Biden dan Zelensky itu mencerminkan kedekatan Ukraina AS yang memiliki hubungan tak selalu mulus dna justru cenderung rumit. Meski Biden selalu menggaungkan dukungan AS yang tak kenal lelah kepada Ukraina, Gedung Putih tak selamanya dapat mengikuti apa keinginan Kyiv terutama soal permintaan bantuan senjata.
Sementara itu, meski Zelensky menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap Biden, eks pelawak itu cukup sering mengkritik AS dan sekutu di Eropa. Zelensky menilai AS dan negara Barat lambat serta ragu-ragu membantu Ukraina, terlepas dari bantuan miliaran dolar yang telah diterima Kyiv sejauh ini.
Awal November lalu, Biden terungkap sempat jengkel saat menelepon Zelensky karena Kyiv terus meminta bantuan senjata kepada AS. Amarah Biden itu bermula saat Zelensky membicarakan masalah bantuan militer AS untuk Ukraina pada Juni lalu. Zelensky saat itu disebut membeberkan daftar bantuan militer tambahan yang masih dibutuhkan Ukraina.
Biden pun marah hingga meninggikan suara karena Zelensky terus mendesak meminta bantuan padahal ia baru menyetujui pemberian bantuan militer tambahan sebesar US$1 miliar. Menurut Biden, Zelensky mestinya berterima kasih karena AS sudah menunjukkan kemurahan hati dan komitmennya untuk menggelontorkan sejumlah besar bantuan terhadap Ukraina.
Pada Maret lalu, Zelensky juga pernah mengatakan negaranya tak lagi berharap kepada AS dan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) soal bantuan menghadapi invasi Rusia. Zelensky mengatakan Ukraina tak lagi berkeinginan untuk bisa masuk NATO dalam waktu dekat.
Selama bertahun-tahun kami mendengar tentang pintu yang selalu terbuka lebar (untuk menjadi anggota NATO). Tapi kini kami tahu tidak bisa masuk. Itu benar dan kami harus mengakuinya," ujar Zelensky.
"Saya senang rakyat kami mulai memahami ini dan kini mengandalkan diri mereka serta mengandalkan partner-partner kami yang membantu," tuturnya menambahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2314 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1942 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun