Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Pengikut Aliran Hakikinya Hakiki Mengaku Asal Bicara 'Jumpa Tuhan'
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akbar, pengikut aliran sesat Hakikinya Hakiki mengaku spontan berkata telah bertemu dengan Allah, Rasul dan rukun Iman 13. Perkataan Akbar soal bertemu Tuhan menjadi viral di media sosial.
Ia berkata demikian setelah merasa terdesak setelah mendapatkan ancaman akan dibunuh saat mengobati salah satu warga yang diduga terserang penyakit non medis.
"Saya terdesak karena ada yang mau borongi (keroyok) saya dan ada yang mau potong leher saya. Jadi saya panik, jadi sembarang saya bilang," kata Akbar di Kantor MUI Makassar, Senin (9/1).
Video viral itu bermula ketika Akbar diminta oleh warga untuk mengobati pegawainya yang melihat makhluk astral. Metode pengobatan yang digunakan yakni dengan memakai kain kafan yang diletakkan di badan pasiennya.
"Tiba-tiba ada yang pukul tripleks dan banyak orang datang mau cekik leher saya. Di situ saya panik, akhirnya sembarang saya sebut," jelasnya.
Karena panik, Akbar pun mengaku pernah bertemu dengan Allah, Rasul dan menyebut rukun Iman ada 13. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan diri dari amukan warga yang tidak senang dengan metode pengobatan Akbar.
"Saya murni hanya untuk membantu orang dalam memberikan pengobatan. Saya begitu karena saya terdesak saat itu makanya saya sembarang bilang," ungkapnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2175 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2024 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1501 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1387 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli