Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Wali Kota Ukraina: 1.000 Tentara Rusia Tewas per Pekan di Zaporizhzhia
beritabali.com/cnnindonesia.com/Wali Kota Ukraina: 1.000 Tentara Rusia Tewas per Pekan di Zaporizhzhia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina mengklaim lebih dari 1.000 tentara Rusia tewas dibunuh pasukan Kyiv di Zaporizhzhia setiap minggu. Wali Kota Melitopol, Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengatakan laporan itu disampaikan langsung oleh pasukan Ukraina yang berada di garis depan.
"Setiap pekan, pasukan militer Ukraina melaporkan mereka telah membunuh lebih dari 1.000 tentara Rusia di wilayah Zaporizhzhia saja," kata Fedorov kepada Newsweek, Senin (9/1).
Fedorov berujar pasukan Ukraina memang sedang mencoba memukul mundur pasukan Kremlin di wilayah mereka, termasuk Melitopol. Mereka bekerja sama dengan partisan lokal untuk menyerang Rusia.
Melitopol sendiri merupakan wilayah selatan Ukraina yang menjadi salah satu kota terbesar Ukraina yang diduduki Moskow sejak invasi dimulai 24 Februari lalu.
Wilayah dengan 150 ribu populasi itu termasuk yang pertama jatuh saat Rusia menggempur Ukraina.
Melitopol selama ini menjadi pusat jalan dan kereta api utama yang esensial bagi Rusia. Kawasan itu jadi jalur untuk memasok pasukan Moskow di tepi timur Dnieper dan Crimea. Kota itu sendiri berada di sekitar 70 mil barat sungai Dnieper.
Melitopol, kata Fedorov, merupakan "kunci Crimea" dan "pusat administrasi dan logistik wilayah pendudukan" Rusia. Kota ini diharapkan menjadi prioritas untuk serangan balik Ukraina di masa mendatang.
"Sekarang tentara Ukraina membutuhkan lebih banyak senjata jarak jauh, karena kita perlu menghancurkan rute pengiriman mereka dan hubungan mereka antara Crimea, Rusia, dan wilayah Zaporizhzhia," katanya.
"Tentu saja sangat penting bagi kami untuk membebaskan bukan cuma wilayah kami tetapi juga warga kami yang saat ini disandera pasukan Rusia. Tidak ada yang bisa menjawab kapan itu bakal terwujud. Sekarang, kami perlu memberikan semua dukungan yang dibutuhkan prajurit kami."
Fedorov mengatakan pihaknya menyambut baik komitmen Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis untuk memasok kendaraan seperti Bradleys, Marders, dan AMX-10 RCs kepada militer mereka. Namun dia berharap tank dan ATACMS juga bisa diberikan untuk menopang pasukan Ukraina ke depan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun